Photobucket
Loading
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Mohon beri masukan, saran, dan kritikan mengenai isi kontens posting blog ini, dan kalau diperlukan diharapkan kerjasama Anda dalam mengisi kontens posting blog ini.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Dan diharapkan untuk daftarkan diri menjadi bagian dari NetworkedBlogs atau Follow Us
Admin - waroengpakde

Wednesday, 7 October 2009

Mengangkat Citra dan Martabat Guru


Agaknya semua orang sepakat bahwa the children of today are the leaders of tomorrow, dan salah satu cara terbaik untuk mewujudkannya adalah melalui pendidikan. Berkaitan dengan hal ini, guru merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan, sebab inti kegiatan pendidikan di sekolah adalah belajar mengajar yang memerlukan peran guru di dalamnya. Sidi (2000) dalam Mustafa (2005) mengemukakan berdasarkan hasil studi di negara-negara berkembang, guru memberikan sumbangan dalam prestasi belajar siswa (36%), selanjutnya manajemen (23%), waktu belajar (22%), dan sarana fisik (19%).
Memang harus diakui maraknya arus informasi dewasa ini, guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi tetapi merupakan salah satu sumber informasi. Meskipun demikian perannya dalam proses pendidikan masih tetap diperlukan, khususnya yang berkenaan dengan sentuhan-sentuhan psikologis dan edukatif terhadap anak didik.
Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. Tidak hanya itu, sikap kearifan, kedisiplinan, kejujuran, ketulusan, kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar, melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap, memahami, mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi, peran dan kinerja. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar, memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik, serta memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. Dari sudut pandang peserta didik, citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifat-sifat keteladanan, penuh kasih sayang, serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan.
Dewasa ini citra guru semakin hangat diperbincangkan. Masyarakat sering mengeluh dan menuding guru tidak mampu mengajar manakala putra-putrinya memperoleh nilai rendah, rangkingnya merosot, atau NEM-nya anjlok. Akhirnya sebagian orang tua mengikutsertakan putra-putrinya untuk kursus, privat atau bimbingan belajar. Pihak dunia kerja ikut memprotes guru karena kualitas lulusan yang diterimanya tidak sesuai keinginan dunia kerja. Belum lagi mengenai kenakalan dan dekadensi moral para pelajar yang belakangan semakin marak saja, hal ini sering dipersepsikan bahwa guru gagal dalam mendidik anak bangsa.



Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut:
  1. adanya pandangan sebagian masyarakat, bahwa siapapun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan;
  2. kekurangan guru di daerah terpencil, memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru;
  3. banyak guru yang belum menghargai profesinya, apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Perasaan rendah diri karena menjadi guru, penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru, penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar, sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru.
Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta dalam Mujiran (2005) antara lain tampak dari gejala-gejala berikut:
  1. lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan;
  2. ketidaksesuaian antara bidang studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan lapangan yang diajarkan;
  3. kurang efektifnya cara pengajaran;
  4. kurangnya wibawa guru di hadapan murid;
  5. lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh; semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul-betul menjadi guru;
  6. kurangnya kematangan emosional, kemandirian berpikir, dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik; kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik;
  7. relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas.
Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi, mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersebut, keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau latihan yang akuntabel, adanya disiplin ilmu yang kokoh, kode etik, dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. Kemudian, secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik.
Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Thursday, 13 August 2009

Tugas CorelDraw I (Pembuatan Logo Bank BRI)

Tugas Khusus kelas XII IPA
Pembuatan Logo Bank BRI
Ketentuan Pengerjaan :
1. Dikerjakan di kertas Kwarto Landscape
2. Skala 1 : 1, Nudge 0,01 cm
3. Satuan diubah ke Centimeter
4. Titik Koordinat dan Garis Bantu Sb X dan Sb Y
5. Diprint out 2 Lembar, dimana 1 lembar proses pembuatan dan 1 lembar Logo yang jadi
6. Setiap lembar sudah terketik Nama, Kelas, Tugas Bulanan 1, Tanggal Pembuatan
7. Ditulis langkah-langkah pembuatannya ke dalam kertas Double Folio dengan rapi
8. Disimpan ke dalam disket atau flashdisk (di dalam disket/flashdisk terdapat dua tugas yaitu tugas Logo Kawasaki tugas Logo Bank BRI
9. Tugas Bulanan I ini merupakan Bahan Ujian Praktek Bulanan I
10.Dikumpul pada tgl 31 Agustus 2009 XII IPA3, XII IPA1 dan XII IPA2 dan tgl 01 September 2009 XII IPA4


Secara garis besar ketentuan pengerjaan :
Gambar Asli Logo Bank BRI yang akan dibentuk


Perhatikan Toolbar di bawah ini sebagai bahan di dalam pembuatan Logo Bank BRI


1. Bentuk Persegi panjang yang ukurannya 4 cm x 4 cm dan bentuk ukuran disetiap sudutnya 20 sehingga membentuk seperti di bawah ini :

Kemudian copy-kan dengan menjadi dua bagian kemudian hasil copy-an tersebut bentuk ukurannya menjadi 3,5 cm x 3,5 cm setelah itu gabungkan kedua persegi tersebut dengan mengklik Arrange - Combine.

2. Bentuk titik koordinat di sudut kiri bawah persegi I yang ukuran 4 cm x 4 cm.

3. Bentuk garis bantu Sb X dan Sb Y dengan ketentuan sebagai berikut :
Vertical :
Y0 = 0; Y3 = 2; Y6 = 4
Horizontal :
X0 = 0; X3 = 2; X6 = 4

4. Berikutnya klik Pen Tool dalam toolbox kemudian klik pada tempat-tempat tertentu hingga membentuk objek seperti dibawah ini :


5. Berikutnya klik Shape Tool dalam toolbox atau tekan tombol F10, setelah itu klik pada segmen garis berikut kemudian klik Convert Line To Curve pada property bar untuk merubah segmen garis tersebut menjadi bentuk garis kurva, kemudian lakukan dragging pada control handle untuk merubah bentuk garis kurva tersebut (object I) sehingga membentuk huruf B.

6. Setelah klik gambar persegi panjang yang sudah di combine tersebut bersamaan dengan object I yang telah berubah menjadi huruf B tersebut dan lakukan klik menu Arrange - Shapping - Weld.

7. Lakukan perintah ke-5 pada object II untuk membentuk huruf R, kemudian lakukan perintah ke-6 untuk melakukan klik menu Arrange - Shapping - Weld.

8. Gabungkan seluruh gambar tersebut dengan drag seluruh gambar dan klik kanan mouse - Grouping.

9. Klik Text Tool dalam toolbox kemudian klik satu kali dan ketik BANK BRI dengan ukuran font 36 point, jenis font Swiss 721 blk BT

10. Pilih kedua object tersebut kemudian tekan Ctrl + G untuk melakukan Group ke dua Object tersebut.

11. Berikutnya tekan Rectangle Tool untuk membentuk persegi panjang dengan ukuran 7,3 cm x 7,3 cm dan ubah Left Rectangle Corner Roundness menjadi 20 dalam property bar.

12. Shift + klik pada logo BRI kemudian tekan C kemudian E kemudian klik kotak persegi yang besar tersebut dan beri warna Blue/Biru kemudian tekan Shift + PageDown.

13. Setelah itu klik logo kemudian klik warna White dalam color palette, klik kotak warna biru kemudian tekan tombol plus dalam keypad kemudian ubah ukuran kotak menjadi 8 cm selanjutnya klik warna Orange.

14. Kemudian tekan Shift + PageDown

15. Klik logo BRi dengan Pict Tool kemudian tekan Ctrl + U kemudian msih klik logo BRI klik menu Efect - Bevel dan atur Style : Soft edge, Bevel offset : To Center, Shadow Color : Yellow/Kuning, Light Color : White/Putih, Intensity : 100, Direction : 239 dan Altitude : 19 kemudian klik Apply.

16. Lakukan yang sama pada teks BANK BRI.

17. Maka hasilnya seperti berikut :


Catatan :
Jika kurang jelas bisa kamu jumpai guru pembimbing kamu. Selamat Mencoba! Oke Gampangkan!
Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Wednesday, 5 August 2009

Langkah-langkah Membangun Database Medical

Bahan Praktikum :
Proses pembuatan master database medical

1. Bentuk master database baru dengan cara :

  • Klik Blank Database





  • Pada Kotak Dialog File New Database bentuk folder yang baru sebagai tempat penyimpanan database Anda





  • Pada file name ketik nama master database Anda dengan nama dbmedical





  • Klik Create






  • 2. Setelah terbentuk database baru, maka langkah selanjutnya akan tampil ketujuh objeck database seperti Table, Queries, Forms, Reports, Modules, dll.

    3. Pada pilihan objek Table pilih Create Tabel in Design View

    4. Maka akan tampil perancangan tabel, maka ketiklah seperti tabel-tabel berikut :
    Pembentukan tabel pasien :

    Simpan dengan nama tpasien
    Kemudian enter tpasien untuk mengisi data minimal 5 orang pasien yang berbeda.

    Pembentukan tabel dokter :

    Simpan dengan nama tdokter
    Kemudian enter tdokter untuk mengisi data minimal 5 orang dokter yang berbeda

    Pembentukan tabel resepsionis :

    Simpan dengan nama tresepsionis
    Kemudian enter tresepsionis untuk mengisi data minimal 5 orang resepsionis yang berbeda.

    Pembentukan tabel medical :

    Simpan dengan nama tmedical
    Kemudian enter tmedical untuk mengisi data minimal 5 orang pasien yang berbeda dan perhatikan lebih teliti di dalam pengisian data medical.

    Pembentukan tabel jenis kelamin :

    Simpan dengan nama tjenkel
    Kemudian enter tpasien untuk mengisi jenis kelamin yaitu Pria dan Wanita.

    5. Jika selesai maka langkah selanjutnya, kita akan menghubungkan beberapa tabel dengan menggunakan kolom Lookup pada tabel yang akan dihubungkan dengan beberapa tabel lainnya.
    Cara menggabungkan tabel tpasien dengan tabel tjenkel :

  • Posisi berada di dalam object Table, pilih tpasien kemudian klik icon Design




  • Arahkan pointer Anda ke dalam Data Type JnsKelamin klik tanda panah, pilih Lookup Wizard




  • Klik Next pada kotak dialog Lookup Wizard




  • Berikutnya pilih dan klik tabel : tjenkel kemudian klik Next




  • Pada area Avalaible Fields sorot field ID_JK klik tombol ">" dan sorot field JnsKelamin klik tombol ">" setelah itu klik Next




  • Pastikan check box (contreng) Hide key column dalam keadaan terpilih lalu klik Next




  • Setelah itu langsung klik Finish kemudian klik Yes





  • Cara menggabungkan tabel tmedical dengan tabel tpasien, tdokter, tresepsionis :
  • Posisi berada di dalam object Table, pilih tmedical kemudian klik icon Design




  • Arahkan pointer Anda ke dalam Data Type Resepsionis klik tanda panah, pilih Lookup Wizard




  • Klik Next pada kotak dialog Lookup Wizard




  • Berikutnya pilih dan klik tabel : tresepsionis kemudian klik Next




  • Pada area Avalaible Fields sorot field NmDepan klik tombol ">" dan sorot field NmBelakang klik tombol ">" setelah itu klik Next




  • Pastikan check box (contreng) Hide key column dalam keadaan terpilih lalu klik Next




  • Setelah itu langsung klik Finish kemudian klik Yes




  • Masih berada di posisi dalam object Table, pilih tmedical kemudian klik icon Design




  • Arahkan pointer Anda ke dalam Data Type NmPasien klik tanda panah, pilih Lookup Wizard




  • Klik Next pada kotak dialog Lookup Wizard




  • Berikutnya pilih dan klik tabel : tpasien kemudian klik Next




  • Pada area Avalaible Fields sorot field NmDepan klik tombol ">" dan sorot field NmBelakang klik tombol ">" setelah itu klik Next




  • Pastikan check box (contreng) Hide key column dalam keadaan terpilih lalu klik Next




  • Setelah itu langsung klik Finish kemudian klik Yes




  • Masih berada di posisi dalam object Table, pilih tmedical kemudian klik icon Design




  • Arahkan pointer Anda ke dalam Data Type NmDokter klik tanda panah, pilih Lookup Wizard




  • Klik Next pada kotak dialog Lookup Wizard




  • Berikutnya pilih dan klik tabel : tdokter kemudian klik Next




  • Pada area Avalaible Fields sorot field NmDepan klik tombol ">" dan sorot field NmBelakang klik tombol ">" setelah itu klik Next




  • Pastikan check box (contreng) Hide key column dalam keadaan terpilih lalu klik Next




  • Setelah itu langsung klik Finish kemudian klik Yes





  • 6. Jika sudah selesai membangun tabel-tabel di atas, maka selanjutnya klik objek Queries dan pilih Create Queries in Design View

    7. Pada kotak dialog Show Tables, pilih salah tabel satu persatu dengan mengklik Add, jika sudah selesai klik close pada kotak dialog Show Tables

    8. Tujuan daripada Queris ini untuk membangun queries dengan ketentuan sebagai berikut :

    Simpan dengan nama qmedrecord

    Tambahan :
    Print out langkah2 ini sebagai penuntun didalam belajar membuat dan membangun database program Anda.
    Materi selanjutkan akan ditayangkan pada hari berikutnya.
    Jika kurang mengerti tanyakan langsung ke guru pembimbing Anda secara langsung.
    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

    Tugas 1 Microsoft Access

    Tugas 1
    (Khusus Kelas XI IPA/IPS)
    Pembentukan Database Penjualan Buku Sederhana
    (print out dan tinggalkan nama dan kelas anda)

    Bentuk master database yang baru dengan nama dbPenjualan
    Dengan tabel pendukungnya sebagai berikut :
    1. Bentuk Tabel Buku :
    Table buku digunakan dengan untuk mengisi semua buku yang akan dimasukan.

    Simpan dengan nama tbuku


    2. Bentuk Tabel Pelanggan :
    Table buku digunakan dengan untuk mengisi untuk distributor buku yang menjual buku bukunya kepada toko-toko (pelanggan).

    Simpan dengan nama tpelanggan

    3. Membuat Tabel User :
    Table User digunakan untuk mengisi data para pemakai program ini. User disini dibuat menjadi 2 Type yaitu Administrator User dan Limited User.
    Administrator dapat menggunakan seluruh isi dari program ini tanpa batasan sedangkan Limited dibatasi.

    Simpan dengan nama tuser

    4. Membuat Tabel Faktur :
    Table Faktur adalah table yang sangat penting karena dilakukan untuk memasukan semua transaksi faktur penjualan buku yang ada.

    Simpan dengan nama tfaktur

    5. Membuat Tabel Detail :
    Table Detail digunakan untuk menjabarkan isi dari Table Faktur secara lebih khusus.

    Simpan dengan nama tdetail

    6. Membuat Tabel Pembayaran :
    Table Transaksi dibuat dalam pembuatan struk atau faktur.

    Simpan dengan nama tbayar
    ---------------------------------------------
    Setelah dibentuk dari beberapa tabel di atas, maka isikan tebel tersebut minimal 5 data bebas (hati-hati di dalam pengisian data)

    Diminta :
    1. Print-out tugas ini ke kertas sebagai bahan tugas Anda.

    2. Kerjakan sesuai petunjuk

    3. Simpan master database Anda ke dalam disket atau FlashDisk,
    ingat simpan ke dalam folder baru dengan nama folder : NamaAnda-Kls-Penjualan
    Contoh nama folder di dalam disket / flashdisk Anda :
    PakDe Smart-2IPA4-Penjualan (bagi Anak IPA)
    PakDe Smart-2IPS1-Penjualan (bagi Anak IPS)

    4. Print-Out hasil kerja tugas Anda ke dalam bentuk kliping dengan ukuran Kwarto
    Ketentuan :
    Sampul Depan Transparan
    Sampul Belakang Kertas Jeruk :
    Kelas XI IPA1 = Warna Merah Tua (bukan Pink)
    Kelas XI IPA2 = Warna Biru Tua
    Kelas XI IPA3 = Warna Hijau Tua
    Kelas XI IPA4 = Warna Coklat Tua

    Kelas XI IPS1 = Warna Oranye (bukan Kuning)
    Kelas XI IPS2 = Warna Kuning (bukan Oranye)
    Kelas XI IPS3 = Warna Pink (bukan Merah Tua)

    5. Jika beda dari yang telah ditentukan nilai akan berkurang

    6. Ketentuan Pengumpulan Tugas seluruh kelas XI IPA dan XI IPS :
    hari Rabu tanggal 19 Agustus 2009, paling lama pukul 17.00 WiB

    Kurang jelas tanya langsung sama PakDE...

    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

    Entri Populer