Photobucket
Loading
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Mohon beri masukan, saran, dan kritikan mengenai isi kontens posting blog ini, dan kalau diperlukan diharapkan kerjasama Anda dalam mengisi kontens posting blog ini.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Dan diharapkan untuk daftarkan diri menjadi bagian dari NetworkedBlogs atau Follow Us
Admin - waroengpakde

Showing posts with label Database. Show all posts
Showing posts with label Database. Show all posts

Wednesday, 5 August 2009

Langkah-langkah Membangun Database Medical

Bahan Praktikum :
Proses pembuatan master database medical

1. Bentuk master database baru dengan cara :

  • Klik Blank Database





  • Pada Kotak Dialog File New Database bentuk folder yang baru sebagai tempat penyimpanan database Anda





  • Pada file name ketik nama master database Anda dengan nama dbmedical





  • Klik Create






  • 2. Setelah terbentuk database baru, maka langkah selanjutnya akan tampil ketujuh objeck database seperti Table, Queries, Forms, Reports, Modules, dll.

    3. Pada pilihan objek Table pilih Create Tabel in Design View

    4. Maka akan tampil perancangan tabel, maka ketiklah seperti tabel-tabel berikut :
    Pembentukan tabel pasien :

    Simpan dengan nama tpasien
    Kemudian enter tpasien untuk mengisi data minimal 5 orang pasien yang berbeda.

    Pembentukan tabel dokter :

    Simpan dengan nama tdokter
    Kemudian enter tdokter untuk mengisi data minimal 5 orang dokter yang berbeda

    Pembentukan tabel resepsionis :

    Simpan dengan nama tresepsionis
    Kemudian enter tresepsionis untuk mengisi data minimal 5 orang resepsionis yang berbeda.

    Pembentukan tabel medical :

    Simpan dengan nama tmedical
    Kemudian enter tmedical untuk mengisi data minimal 5 orang pasien yang berbeda dan perhatikan lebih teliti di dalam pengisian data medical.

    Pembentukan tabel jenis kelamin :

    Simpan dengan nama tjenkel
    Kemudian enter tpasien untuk mengisi jenis kelamin yaitu Pria dan Wanita.

    5. Jika selesai maka langkah selanjutnya, kita akan menghubungkan beberapa tabel dengan menggunakan kolom Lookup pada tabel yang akan dihubungkan dengan beberapa tabel lainnya.
    Cara menggabungkan tabel tpasien dengan tabel tjenkel :

  • Posisi berada di dalam object Table, pilih tpasien kemudian klik icon Design




  • Arahkan pointer Anda ke dalam Data Type JnsKelamin klik tanda panah, pilih Lookup Wizard




  • Klik Next pada kotak dialog Lookup Wizard




  • Berikutnya pilih dan klik tabel : tjenkel kemudian klik Next




  • Pada area Avalaible Fields sorot field ID_JK klik tombol ">" dan sorot field JnsKelamin klik tombol ">" setelah itu klik Next




  • Pastikan check box (contreng) Hide key column dalam keadaan terpilih lalu klik Next




  • Setelah itu langsung klik Finish kemudian klik Yes





  • Cara menggabungkan tabel tmedical dengan tabel tpasien, tdokter, tresepsionis :
  • Posisi berada di dalam object Table, pilih tmedical kemudian klik icon Design




  • Arahkan pointer Anda ke dalam Data Type Resepsionis klik tanda panah, pilih Lookup Wizard




  • Klik Next pada kotak dialog Lookup Wizard




  • Berikutnya pilih dan klik tabel : tresepsionis kemudian klik Next




  • Pada area Avalaible Fields sorot field NmDepan klik tombol ">" dan sorot field NmBelakang klik tombol ">" setelah itu klik Next




  • Pastikan check box (contreng) Hide key column dalam keadaan terpilih lalu klik Next




  • Setelah itu langsung klik Finish kemudian klik Yes




  • Masih berada di posisi dalam object Table, pilih tmedical kemudian klik icon Design




  • Arahkan pointer Anda ke dalam Data Type NmPasien klik tanda panah, pilih Lookup Wizard




  • Klik Next pada kotak dialog Lookup Wizard




  • Berikutnya pilih dan klik tabel : tpasien kemudian klik Next




  • Pada area Avalaible Fields sorot field NmDepan klik tombol ">" dan sorot field NmBelakang klik tombol ">" setelah itu klik Next




  • Pastikan check box (contreng) Hide key column dalam keadaan terpilih lalu klik Next




  • Setelah itu langsung klik Finish kemudian klik Yes




  • Masih berada di posisi dalam object Table, pilih tmedical kemudian klik icon Design




  • Arahkan pointer Anda ke dalam Data Type NmDokter klik tanda panah, pilih Lookup Wizard




  • Klik Next pada kotak dialog Lookup Wizard




  • Berikutnya pilih dan klik tabel : tdokter kemudian klik Next




  • Pada area Avalaible Fields sorot field NmDepan klik tombol ">" dan sorot field NmBelakang klik tombol ">" setelah itu klik Next




  • Pastikan check box (contreng) Hide key column dalam keadaan terpilih lalu klik Next




  • Setelah itu langsung klik Finish kemudian klik Yes





  • 6. Jika sudah selesai membangun tabel-tabel di atas, maka selanjutnya klik objek Queries dan pilih Create Queries in Design View

    7. Pada kotak dialog Show Tables, pilih salah tabel satu persatu dengan mengklik Add, jika sudah selesai klik close pada kotak dialog Show Tables

    8. Tujuan daripada Queris ini untuk membangun queries dengan ketentuan sebagai berikut :

    Simpan dengan nama qmedrecord

    Tambahan :
    Print out langkah2 ini sebagai penuntun didalam belajar membuat dan membangun database program Anda.
    Materi selanjutkan akan ditayangkan pada hari berikutnya.
    Jika kurang mengerti tanyakan langsung ke guru pembimbing Anda secara langsung.
    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Database

    Tugas 1 Microsoft Access

    Tugas 1
    (Khusus Kelas XI IPA/IPS)
    Pembentukan Database Penjualan Buku Sederhana
    (print out dan tinggalkan nama dan kelas anda)

    Bentuk master database yang baru dengan nama dbPenjualan
    Dengan tabel pendukungnya sebagai berikut :
    1. Bentuk Tabel Buku :
    Table buku digunakan dengan untuk mengisi semua buku yang akan dimasukan.

    Simpan dengan nama tbuku


    2. Bentuk Tabel Pelanggan :
    Table buku digunakan dengan untuk mengisi untuk distributor buku yang menjual buku bukunya kepada toko-toko (pelanggan).

    Simpan dengan nama tpelanggan

    3. Membuat Tabel User :
    Table User digunakan untuk mengisi data para pemakai program ini. User disini dibuat menjadi 2 Type yaitu Administrator User dan Limited User.
    Administrator dapat menggunakan seluruh isi dari program ini tanpa batasan sedangkan Limited dibatasi.

    Simpan dengan nama tuser

    4. Membuat Tabel Faktur :
    Table Faktur adalah table yang sangat penting karena dilakukan untuk memasukan semua transaksi faktur penjualan buku yang ada.

    Simpan dengan nama tfaktur

    5. Membuat Tabel Detail :
    Table Detail digunakan untuk menjabarkan isi dari Table Faktur secara lebih khusus.

    Simpan dengan nama tdetail

    6. Membuat Tabel Pembayaran :
    Table Transaksi dibuat dalam pembuatan struk atau faktur.

    Simpan dengan nama tbayar
    ---------------------------------------------
    Setelah dibentuk dari beberapa tabel di atas, maka isikan tebel tersebut minimal 5 data bebas (hati-hati di dalam pengisian data)

    Diminta :
    1. Print-out tugas ini ke kertas sebagai bahan tugas Anda.

    2. Kerjakan sesuai petunjuk

    3. Simpan master database Anda ke dalam disket atau FlashDisk,
    ingat simpan ke dalam folder baru dengan nama folder : NamaAnda-Kls-Penjualan
    Contoh nama folder di dalam disket / flashdisk Anda :
    PakDe Smart-2IPA4-Penjualan (bagi Anak IPA)
    PakDe Smart-2IPS1-Penjualan (bagi Anak IPS)

    4. Print-Out hasil kerja tugas Anda ke dalam bentuk kliping dengan ukuran Kwarto
    Ketentuan :
    Sampul Depan Transparan
    Sampul Belakang Kertas Jeruk :
    Kelas XI IPA1 = Warna Merah Tua (bukan Pink)
    Kelas XI IPA2 = Warna Biru Tua
    Kelas XI IPA3 = Warna Hijau Tua
    Kelas XI IPA4 = Warna Coklat Tua

    Kelas XI IPS1 = Warna Oranye (bukan Kuning)
    Kelas XI IPS2 = Warna Kuning (bukan Oranye)
    Kelas XI IPS3 = Warna Pink (bukan Merah Tua)

    5. Jika beda dari yang telah ditentukan nilai akan berkurang

    6. Ketentuan Pengumpulan Tugas seluruh kelas XI IPA dan XI IPS :
    hari Rabu tanggal 19 Agustus 2009, paling lama pukul 17.00 WiB

    Kurang jelas tanya langsung sama PakDE...

    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Database

    Tuesday, 4 August 2009

    Rangkuman 1 - Pengolahan Konsep Dasar Database

    Pengolahan Konsep Dasar Database Access
    A. KONSEP DASAR DATABASE

    Sebelum memulai mendesain dan membangun database dengan menggunakan program aplikasi database Ms. Access, terlebih dahulu kita harus lebih mengenal lagi apa yang dimaksud dengan database.

    Pengertian Database:
    1. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.

    2. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna


    Banyak sekali kegiatan manusia yang menggunakan komputer sebagai sarana pengolahan data, sehingga diperlukan suatu perangkat lunak database. Jika dikaji lebih mendasar tentang batasan suatu database, maka dapat disebutkan bahwa segala bentuk koleksi data adalah suatu database. Mulai dari kelompok data pegawai, sampai dengan kelompok file, merupakan database.

    Definisi dasar struktur database :
    Data : sekumpulan fakta mengenai objek tertentu, orang dan lain-lain yang dinyatakan dengan angka, huruf, gambar, film, suara dan sebagainya yang relevan dan belum mempunyai arti.

    Informasi : hasil pengolahan data yang konkrit dan sudah mempunyai arti untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    Tabel : merupakan hal yang paling mendasar dalam hal penyimpanan data yang terdiri dari field dan record.

    Field (kolom) : merupakan elemen dari tabel yang berisikan informasi tertentu yang spesifik tentang subjudul tabel pada sebuah item data.
    Syarat-syarat pembentukan Field Name pada tabel :
    a. Harus Unik atau Spesifik
    b. Boleh disingkat
    c. Pemisah sebagai pengganti spasi dalam pembentuk field adalah tanda lambang "_"
    Contoh :
    Kode Barang menjadi KdBarang, KodeBrg, Kd_Brg, Kd_Barang, Kode_Brg
    Tanggal Lahir menjadi TglLahir, Tgl_Lahir, Tgl_Lhr

    Record (baris) : merupakan sekumpulan data yang saling berkaitan tentang sebuah subjek tertentu, misalnya data seorang siswa akan disimpan dalam record yang terdiri dari beberapa kolom/field

    B. Relationships Database Access
    Relationships merupakan suatu hubungan yang dibuat antara field-field yang memiliki persamaan dari dua tabel atau lebih.

    Ada 3 Relationships database Access :
    1. One - to - one
    Merupakan suatu relasi antara dua tabel yang mana kolom Primary Key dari setiap record dari tabel utama memiliki nilai yang sama dengan kolom dari tabel lainnya dan nilai kolom yang sama tersebut hanya boleh terdapat pada satu record saja yang tidak boleh lebih dari satu record.

    2. One - to - many
    Merupakan relasi antara dua buah tabel yang mana nilai Primary Key dari setiap record dari tabel utama memiliki nilai yang sama dengan banyak kolom pada tabel lain.

    3. Many - to - many
    Merupakan relasi antara dua buah tabel atau lebih yang mana nilai setiap record dari sebuah tabel dengan banyak record dengan tabel lainnya.

    Primary Key merupakan sebuah field yang memiliki nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara sebuh record dengan record lainnya.
    Syarat-syarat Primary Key :
    a. Field Name harus bersifat unik
    b. Tidak boleh memiliki nilai NULL (tidak memilki nilai yang sama)

    Foreign Key merupakan satu atau lebih kolom pada sebuah tabel yang nilainya merujuk dari kolom Primary Key pada tabel lain, atau bisa juga dikatakan mengindikasikan adanya relasi antara tabel tersebut dengan tabel lainnnya.

    B.Mengenal Microsoft Access
    Microsoft Access adalah salah satu dari relasional Database Management System (DBMS). DBMS adalah sebuah program yang memiliki fasilitas penyimpanan dan pemanggilan struktur informasi pada system computer. Selain tabel, sebuah file database Access juga berisi bermacam-macam obyek database yang lainnya diantaranya :
    • Queri untuk mengorganisasi data.
    • Forms untuk berinteraksi dengan data pada layer.
    • Reports untuk mencetak hasil.
    • Macros dan program Visual Basic untuk memperluas fungsionalitas dari aplikasi database.
    Semua obyek ini disimpan dalam file .mdb

    Spesifikasi Database :


    Type Data Access :

    • Text, adalah tipe data yang berisikan huruf atau kombinasi huruf dan angka. Tipe data ini memiliki panjang 255 karakter.
    • Memo, adalah tipe data yang berisikan huruf atau kombinasi huruf dan angka. Tipe data ini memiliki panjang 65535 karakter.
    • Number, adalah tipe data yang berisikan angka untuk perhitungan matematis. Tipe data ini memiliki panjang 1, 2, 4, atau 8 byte (1 byte = 1 karakter = 8 bit binary).
    • Date/Time, adalah tipe data yang berisikan tanggal bulan dan tahun. Tipe data ini memiliki panjang 8 byte.
    • Currency, adalah tipe data yang berisikan angka yang melibatkan 1 sampai 4 angka di belakang koma (desimal). Tipe data ini mampu terlibat dalam perhitungan sampai 15 digit di depan koma, dan 4 digit di belakang koma. Panjangnya 8 byte.
    • AutoNumber, adalah tipe data yang berisikan angka yang mengalami increment (penambahan dengan skala kelipatan yang tetap). Defaultnya adalah 1. Panjangnya 4 byte.
    • Yes/No, adalah tipe data yang berisikan jawaban yes/no, true/false, atau on/off. Panjangnya hanya 1 bit (bukan byte).
    • OLE Object, adalah tipe data yang berisikan bermacam-macam object, seperti file Ms Word, spreadheet milik Ms Excel, grafik, gambar, dan sebagainya. Ukurannya tak terbatas, tergantung dari kapasitas hardisk.
    • Hyperlink, adalah tipe data yang berisikan link ke sebuah object atau situs web. Panjangnya 2048 karakter.
    C.Pembuatan Database di Access Dalam Access ada 3 (tiga) cara untuk membuat database : 1.membuat database baru, pilihan yang digunakan adalah : klik Blank Access database 2.menggunakan database Wizard, pilihan yang digunakan adalah : klik Access database Wizard, pages and projects. 3.menggunakan database yang sudah pernah dibuat, pilihan yang digunakan adalah : klik Open an existing file D. Pembuatan Tabel Database Access Ingat : di dalam pembuatan tabel terlebih dahulu kita bentuk master database (mdb) dengan cara sebagai berikut : 1. Buka Microsoft Access yang tersedia dalam Windows kemudian pilih Blank Database untuk membuat database baru. 2. Maka akan muncul dialog File New Database, artinya simpan database baru dengan nama yang sesuai dengan informasi yang akan dibuat serta letakkan pada folder Data (D) dalam subfolder anda bentuk [nama dan kelas]. Kemudian buat database baru dengan nama dbmedical.mdb pada subfolder anda, contoh PakDe SMA 3. Pilih object yang diinginkan, jika ingin membuat tabel maka pilih object table dan pilih create table, jika ingin membuat Query maka pilih object query dan seterusnya. Untuk mencatat informasi maka harus dibuat table sebagai tempat menyimpan dan mengelola data. Langkah yang harus dikerjakan adalah : • Merancang table yang akan dibuat. • Merancang struktur table seperti apa. • Mengatur hubungan/relasi antar table satu dengan table lain supaya informasinya terpadu. Mengelola data dalam table terdiri dari : • Menambah data. • Mengedi atau merubah data. • Menghapus data. • Mencari dan mengganti data. 4. Klik menu/objek table 5. Pilih dan klik create table in design view 6. Ketik struktur table yang akan dibuat, sesuai dengan perancangan informasi yang akan dibangun. Ketik nama fieldnya, tentukan juga type datanya dan atur lebarnya data pilih Field Size 7. Tentukan constraint atau batasan-batasan table. Bila suatu field digunakan sebagai kunci utama, maka field tersebut harus menjadi Primary key. 8. Buat table untuk menyimpan data Pasien. Pada struktur table tersebut field sebagai Primary Key adalah IDPasien karena sabagai informasi utama yang membedakan antara buku yang satu dengan yang lain, dan selalu bersifat Unique. 9. Letakkan kursor di field tersebut yaitu IDPasien. 10. Klik kanan maka akan muncul menu menentukan Primary Key 11. Jika sudah selesai diketik seluruh perancangan tabel maka simpan perancangan tabel tersebut dengan nama tpasien (file > save > tpasien > Ok) Catatan : Mengelola table meliputi operasi penambahan, penghapusan, perubahan dan pencarian data pada tabel Memberi Relasi Antar Tabel : Apabila sudah dibentuk beberapa tabel contoh tpasien, tdokter, tresepsionis, tmedical dan lain-lain, maka langkah selanjutnya diadakan suatu relasi antartabel. Dimana tujuan pembuatan relasi antar tabel adalah untuk membuat hubungan antar tabel agar terdapat relasi antara tabel yang satu dengan tabel yang lain. Sebagai contoh system informasi medical record yang terdiri dari tabel sebagai berikut : tpasien, tdokter, tresepsionis, tjnskelamin dan tmedical Untuk membuat relasi antar tabel, pada menu klik Tools -> Relationships Contoh latihan sistem informasi database Medical Record akan ditampilkan setelah materi dasar ini.
    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Database

    Thursday, 16 July 2009

    Dasar-Dasar Microsoft Access-1

    KONSEP DATABASE DAN PENGENALAN ACCESS

    Dasar-Dasar Microsoft Access
    (Dikhususkan utk kelas XI IPA-IPS sbg bahan dasar penyegaran materi TIK Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010)

    Hasil Diharapkan : Peserta mampu menggunakan aplikasi MS-Access untuk mengelola dan mengembangkan basisdata dengan modus Graphical User Interface (GUI) secara sederhana atau pengenalan dasar awal database

    Data diperlukan dalam segala hal, baik berupa pengukuran, pencatatan, pengumpulan
    informasi maupun pengambilan keputusan. Dengan kata lain, data sangat dibutuhkan
    karena informasi yang ada akan memberikan arti yang sangat penting baik untuk saat
    ini maupun yang akan datang. Bahkan dalam perkembangannya, data-data tersebut
    dapat berbentuk berbagai macam data, misalkan data berupa program, lembaranlembaran
    untuk entry (memasukkan) data, maupun laporan-laporan. Kesemuanya itu
    dapat dikumpulkan menjadi satu yang disebut dengan Database.

    Database adalah sekumpulan data-data yang disusun sedemikian rupa sehingga
    membentuk informasi yang sangat berguna. Database terbentuk dari sekelompok datadata
    yang memiliki jenis/sifat sama. Contohnya : data mahasiswa, data dosen dkk.
    Definisi dasar :
    Data : sekumpulan fakta mengenai objek tertentu, orang dan lain-lain dan dinyatakan
    dengan angka, huruf, gambar, film, suara dan sebagainya.

    Database : sekumpulan data yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan.

    Tabel : tempat untuk menyimpan data, table terdiri dari field dan record.

    Field (kolom) : bagian tabel tempat menyimpan sebuah item data.

    Record (baris) : satu bagian informasi yang disimpan dalam tabel, misalnya data
    seorang mahasiswa akan disimpan dalam record yang terdiri dari beberapa
    kolom/field.

    Microsoft Access adalah salah satu dari relasional Database Management System
    (DBMS). DBMS adalah sebuah program yang memiliki fasilitas penyimpanan dn
    pemanggilan struktur informasi pada system computer. Selain tabel, sebuah file
    database Access juga berisi bermacam-macam obyek database yang lainnya
    diantaranya :
    · Queri untuk mengorganisasi data.
    · Forms untuk berinteraksi dengan data pada layer.
    · Reports untuk mencetak hasil.
    · Macros dan program Visual Basic untuk memperluas fungsionalitas dari aplikasi
    database.
    Semua obyek ini disimpan dalam file .mdb.

    Dalam Access ada 3 (tiga) cara untuk membuat database :
    1. membuat database baru, pilihan yang digunakan adalah : Blank Access database.
    2. menggunakan database Wizard, pilihan yang digunakan adalah : Access database
    Wizard, pages and projects.
    3. menggunakan database yang sudah pernah dibuat, pilihan yang digunakan adalah :
    Open an existing file.

    Proses Memulai Microsoft Access :
    1. Buka Microsoft Access yang tersedia dalam Windows kemudian pilih Blank Database
    untuk membuat database baru.
    2. Simpan database baru dengan nama yang sesuai dengan informasi yang akan dibuat
    serta letakkan pada folder My Documents dalam folder Praktikum Basis Data 1 yang
    akan dibuat.
    3. Kemudian buat database baru dengan nama Penjualan.mdb pada folder
    Praktikum Basis Data 1.

    Proses Pembuatan Tabel
    Untuk mencatat informasi maka harus dibuat table sebagai tempat menyimpan dan
    mengelola data. Langkah yang harus dikerjakan adalah :
    · Merancang table yang akan dibuat.
    · Merancang struktur table seperti apa.
    · Mengatur hubungan/relasi antar table satu dengan table lain supaya informasinya
    terpadu.
    Mengelola data dalam table terdiri dari :
    · Menambah data.
    · Mengedi atau merubah data.
    · Menghapus data.
    · Mencari dan mengganti data.

    Langkah-langkah pembuatan tabel :
    1. Klik menu/objek table :
    Kemudian pilih object yang diinginkan, jika ingin membuat tabel maka
    pilih object table dan pilih create table
    2. Pilih create table in design view
    3. Ketik struktur table yang akan dibuat, sesuai dengan perancangan informasi yang
    akan dibangun.
    4. Ketik nama fieldnya, tentukan juga type datanya dan atur lebarnya data pilih Field
    Size.
    5. Tentukan constraint atau batasan-batasan table. Bila suatu field digunakan sebagai
    kunci utama, maka field tersebut harus menjadi Primary key.
    6. Buat table untuk menyimpan data Buku. Pada struktur table tersebut field sebagai
    Primary Key adalah KodeBuku karena sabagai informasi utama yang membedakan
    antara buku yang satu dengan yang lain, dan selalu bersifat Unique.
    7. Letakkan kursor di field tersebut yaitu KodeBuku.
    8. Klik kanan maka akan muncul menu menentukan Primary Key
    9. Simpan perancangan dengan nama Buku (file > save > Buku > Ok).

    Proses Mengelola Tabel
    Mengelola table meliputi operasi penambahan, penghapusan, perubahan dan pencarian
    data pada tabel.
    Menambah data pada Table :
    - Pilih tabel yang akan ditambah datanya, klik dua kali
    - Ketik data-data yang diinginkan
    - Bila dalam menambah data ada yang sama pada KodeBuku, Judul, TahunTerbit,
    Eksemplar maupun pengarang,

    Proses Memberi Relasi Antar Tabel
    Tujuan pembuatan relasi antar tabel adalah untuk membuat hubungan antar tabel agar
    terdapat relasi antara tabel yang satu dengan tabel yang lain. Sebagai contoh system
    informasi perpustakaan yang terdiri dari tabel sebagai berikut :
    · tabel buku
    · tabel peminjaman
    · tabel anggota
    langkah-langkah pembuatan relasi antar tabel :

    1. Buat tabel Buku dengan fields



    dengan entri data :


    2. Buat tabel Anggota dengan fields :


    dengan entry data :


    3. Buat tabel Pinjam dengan fields :

    dengan entry data :



    4. Untuk membuat relasi antar tabel, pada menu klik Tools-> Relationships



    5. Tambahkan tabel-tabel pada skema relasi
    6. Tambahkan tabel satu persatu, pilih tabel kemudian klik tombol Add. Terakhir
    klik tombol close.



    Hubungan antar tabel :
    * antara tabel anggota dan tabel pinjam (field KodeAanggota) yang ada pada tabel
    pinjam merupakan foreign key yang berhubungan dengan field KodeAnggota yang
    merupakan primary key pada tabel Anggota.
    * Antara tabel Buku dengan tabel Pinjam (field KodeBuku) yang ada pada tabel Pinjam
    merupakan foreign key yang berhubungan dengan field KodeBuku yang merupakan primary
    key pada tabel Buku.
    * Untuk mewujudkan relasi antar tabel yang sudah ditentukan, lakukan klik and drag
    dari foreign key yang ada pada tabel anak primary key yang ada pada tabel induk.
    Sebagai contoh diklik field KodeAnggota pada tabel Pinjam kemudian drag ke field
    KodeAnggota yang ada pada tabe Anggota.
    * Kemudian muncul jendela untuk menentukan property dari relasi yang
    terbentuk, berikan tanda centang pada Enforce Referential Integrity



    7. Hasil akhir relasi tabel sebagai berikut :


    Tugas 1 :
    1. Buat database baru dengan nama Penjualan.mdb
    2. Desain tabel pada database Penjualan terdiri dari tabel-tabel
    Pelanggan
    Barang
    Order dan
    Detail_Order.
    3. Berikan pengisian data pada database Penjualan.
    4. Gambarkan relasi antar tabel pada database Penjualan.
    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Database

    Saturday, 13 June 2009

    Belajar Sistem Binery

    Belajar Sistem Digital
    Materi Kelas X (SMA)

    Sistem bilangan merupakan tata aturan atau susunan dalam menentukan nilai suatu bilangan, antara lain sistem bilangan biner, octal, decimal dan hexadesimal yang dibagi berdasarkan basis yang digunakan dalam penentuan nilai dari bilangan tersebut. Sistem bilangan yang umum dipakai adalah sistem bilangan desimal.


    Perhatikan Tabel berikut :




    Sekarang mari kita belajar bagaimana cara mengubah sistem bilangan digital :

    1. Mengubah bilangan Biner ke bilangan Octal
    Biner
    Merupakan suatu system bilangan yang berbasiskan 2 (tiap bilangan dalam sistem tersebut dikalikan dengan 2x), terdiri dari angka 0 dan 1.
    Octal
    Merupakan suatu sistem bilangan yang berbasiskan 8 (tiap bilangan dalam sistem tersebut dikalikan dengan 8x), terdiri dari delapan angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.
    Ingat rumus bentuk umum ke-2, dan bilangan biner tersebut dibagi 3 bagian contohnya :


    2. Mengubah bilangan Biner ke bilangan Decimal
    Decimal
    Merupakan suatu sistem bilangan yang berbasis 10 (tiap bilangan dalam sistem tersebut dikalikan dengan 10x), terdiri dari angka : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.
    Ingat rumus bentuk umum ke-1, setiap bilangan biner dikali 2 berpangkat
    dan dihitung dimulai dari pangkat terkecil (start dari kanan ke kiri)
    Contohnya :


    3. Mengubah bilangan Biner ke bilangan Hexadecimal
    Hexadecimal
    Merupakan suatu sistem bilangan yang berbasiskan 16 (tiap bilangan dalam sistem tersebut dikalikan dengan 16x), terdiri dari 10 angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 6 huruh yaitu A, B, C, D, E, F.
    Ingat rumus bentuk umum ke-2, setiap bilangan biner dibagi 4 bagian
    Contohnya :


    4. Mengubah bilangan Decimal ke Octal
    Untuk mengubah bilangan decimal menjadi bilangan octal digunakan metode pembagian dengan angka 8 sambil memperhatikan sisanya dan hasilnya diambil dari bawah ke atas.
    Mari kita perhatikan contohnya!
    300(10) = ...... (8)
    300 : 8 = 37 sisa 4
    37 : 8 = 4 sisa 5
    4 : 8 = 0 sisa 4
    Maka hasilnya diambil hanya sisanya saja yaitu 454(8)

    5. Mengubah desimal ke biner
    Untuk mengubah bilangan decimal menjadi bilangan biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya dan hasilnya diambil dari bawah ke atas.
    Mari kita perhatikan contohnya!
    205(10) = ....... (2)
    205 : 2 = 102 sisa 1
    102 : 2 = 51 sisa 0
    51 : 2 = 25 sisa 1
    25 : 2 = 12 sisa 1
    12 : 2 = 6 sisa 0
    6 : 2 = 3 sisa 0
    3 : 2 = 1 sisa 1
    1 sebagai sisa akhir “1”
    Note:
    Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti hasilnya 11001101(2)

    6. Mengubah desimal ke hexadecimal
    Untuk mengubah bilangan decimal menjadi bilangan hexadecimal digunakan metode pembagian dengan angka 16 sambil memperhatikan sisanya dan hasilnya diambil dari bawah ke atas.
    Mari kita perhatikan contohnya!
    291(10) = ..... (16)
    291 :16 = 18 sisa 3
    18 : 16 = 1 sisa 2
    1 : 16 = 0 sisa 1
    1 sebagai sisa akhir “1”
    Note:
    Untuk menuliskan notasi heksadesimalnya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 123(16)

    7. Mengubah hexadecimal ke decimal
    Untuk mengubah bilangan heksadesimal ke decimal digunakan metode pengkalian dengan angka 16 berpangkat urutan kedudukan bilangan hexadecimal.
    Mari kita lihat contohnya
    123(16) = ....... (10)
    = 1. 16^2 + 2.16^1 + 3.16^0
    = 256 + 32+ 3
    = 291(10)

    8. Mengubah bilangan octal ke decimal
    Untuk mengubah bilangan octal ke decimal digunakan metode pengkalian dengan angka 8 berpangkat urutan kedudukan bilangan oktal.
    Mari kita lihat contohnya
    123(8) = ...... (10)
    = 1. 8^2 + 2.8^1 + 3.8^0
    = 64 + 16 + 3
    = 83(10)

    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Database

    Thursday, 4 June 2009

    Belajar Sistem Digital

    Sistem bilangan merupakan tata aturan atau susunan dalam menentukan nilai suatu bilangan, antara lain sistem desimal, biner, hexadesimal, oktal, BCD, Grey Code, Exess-3 dan lain-lainnya yang dibagi berdasarkan basis yang digunakan dalam penentuan nilai dari bilangan tersebut. Sistem bilangan yang umum dipakai adalah sistem bilangan desimal.


    Desimal
    Merupakan suatu sistem bilangan yang berbasis 10 (tiap bilangan dalam sistem tersebut dikalikan dengan 10x), terdiri dari angka : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.

    Biner
    Merupakan suatu system bilangan yang berbasiskan 2 (tiap bilangan dalam sistem tersebut dikalikan dengan 2x),
    terdiri dari angka 0 dan 1.

    Heksadesimal
    Merupakan suatu sistem bilangan yang berbasiskan 16 (tiap bilangan dalam sistem tersebut dikalikan dengan 16x),
    terdiri dari 10 angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 6 huruh yaitu A, B, C, D, E, F.

    Oktal
    Merupakan suatu sistem bilangan yang berbasiskan 8 (tiap bilangan dalam sistem tersebut dikalikan dengan 8x), terdiri dari delapan angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.

    BCD
    Binary-Coded decimal
    Merupakan format untuk merepresentasikan bilangan desimal (integer) dengan empat bit (satu nibble) untuk setiap angka penyusunnya

    Gray Code
    Merupakan sistem bilangan yang memliki sistem mirip dengan biner hanya saja dalam susunan bilangan ini yang boleh berubah pada urutan selanjutnya hanya 1 angka. Misalnya 001 berikutnya 011 berikutnya 010 dan selanjutnya

    Excess-3
    Merupakan sistem bilangan yang secara sederhana dapat diartikan sebagai bilangan biner yang memiliki lebih tiga angka dari bilangan biner biasa. Contohnya 0 = 011, 1 = 100, 2 = 101 dan seterusnya.

    Mengubah desimal ke biner
    Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya. Mari kita perhatikan contohnya!
    205(10)
    205 : 2 = 102 sisa 1
    102 : 2 = 51 sisa 0
    51 : 2 = 25 sisa 1
    25 : 2 = 12 sisa 1
    12 : 2 = 6 sisa 0
    6 : 2 = 3 sisa 0
    3 : 2 = 1 sisa 1
    1 sebagai sisa akhir "1"
    Note:
    Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 11001101(2)

    Mengubah desimal ke heksadesimal
    Untuk mengubah angka desimal menjadi angka heksadesimal digunakan metode pembagian dengan angka 16 sambil memperhatikan sisanya. Mari kita perhatikan contohnya!
    291(10)
    291 :16 = 18 sisa 3
    18 : 16 = 1 sisa 2
    1 : 16 = 0 sisa 1
    1 sebagai sisa akhir "1"
    Note:
    Untuk menuliskan notasi heksadesimalnya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 123(16)

    Mengubah oktal ke biner
    Untuk mengubah angka desimal menjadi angka okta digunakan metode pembagian dengan angka 8 sambil memperhatikan sisanya. Mari kita perhatikan contohnya!
    300(10)
    300 : 8 = 37 sisa 4
    37 : 8 = 4 sisa 5
    4 : 8 = 0 sisa 4
    Note:
    Untuk menuliskan notasi oktalnya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 454(8)

    Mengubah desimal ke Excess-3
    Untuk mengubah desimal ke excess-3 dilakukan dengan cara menambah bilangan desimal tersebut dengan 3 dan mengubahnya dalam bentuk biner. Mari kita lihat contohnya, untuk mengubah angka 3 dalma desimal kebentuk excess-3:
    3+3=6 6 bilangan binernya 110, jadi bilangan desimal 3, excess 3 nya adalah 110.

    Mengubah desimal ke Gray Code
    Untuk bilangan gray code tidak memiliki aturan cara konversi, yang perlu diingat adalah kelanjutan dari bilangan yang satu ke bilangan berikutnya hanya boleh berubah 1 angka.

    Mengubah desimal ke BCD
    Untuk mengubah angka oktal kedesimal digunakan metode menguraikan angka yang ada dan mengubahnya menjadi 4 bit dalam bilangan biner. Mari kita lihat contohnya
    123 = 1 2 3
    0001 0010 0011
    Jadi BCDnya = 0001 0010 0011

    Mengubah biner ke desimal
    Untuk mengubah angka biner kedesimal digunakan metode pengkalian dengan angka dua berpangkat urutan kedudukan bilangan biner. Mari kita lihat contohnya
    10011
    = 1.24 + 0.23 + 0.22 + 1.21 + 1.20
    = 16 + 0 + 0 + 2 + 1
    = 19

    Mengubah heksadesimal ke desimal
    Untuk mengubah angka heksadesimal kedesimal digunakan metode pengkalian dengan angka 16 berpangkat urutan kedudukan bilangan heksadesimal. Mari kita lihat contohnya
    123
    = 1. 162 + 2.161 + 3.160
    = 256 + 32+ 3
    = 291

    Mengubah oktal ke desimal
    Untuk mengubah angka oktal kedesimal digunakan metode pengkalian dengan angka 8 berpangkat urutan kedudukan bilangan oktal. Mari kita lihat contohnya
    123
    = 1. 82 + 2.81 + 3.80
    = 64 + 16 + 3
    = 83

    Mengubah BCD ke desimal
    Mengubah bilangan BCD ke desiml dapat dilakukan dengan cara memotong-motong bilangan BCD menjadi potongan-potongan yang terdiri dari 4 bit, lalu potongan tersebut diubah kedalam bilangan biner sebagaimana biasanya.
    Contoh 000100110100 = 0001 0011 0100 = 1 3 4 = 134

    Mengubah Gray Code ke desimal
    Untuk bilangan gray code tidak memiliki aturan cara konversi, yang perlu diingat adalah kelanjutan dari bilangan yang satu ke bilangan berikutnya hanya boleh berubah 1 angka.

    Mengubah bilangan Excess-3 ke desimal
    Pengubahan bilangan ini sama dengan pengubahan bilangan biner ke desimal hanya saja hasil bilangan desimal yang nantinya didapa harus di kurangi 3 karena sistem bilangan ini memiliki range 3 angka untuk setiap urutan bilangan.
    Contohnya: 1000 = (1.23 + 0.22 + 0.2 + 0.1) – 3 = (8) – 3 = 5
    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Database

    Entri Populer