Photobucket
Loading
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Mohon beri masukan, saran, dan kritikan mengenai isi kontens posting blog ini, dan kalau diperlukan diharapkan kerjasama Anda dalam mengisi kontens posting blog ini.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Dan diharapkan untuk daftarkan diri menjadi bagian dari NetworkedBlogs atau Follow Us
Admin - waroengpakde

Sunday, 18 July 2010

Kriteria Akuntansi Perusahaan Dagang

JURNAL PEMBELIAN DAN
JURNAL PENGELUARAN KAS

Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat:
1. menjelaskan definisi jurnal khusus;
2. membedakan antara jurnal khusus dan jurnal umum;
3. membedakan fungsi jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas;
4. mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pembelian dari perusahaan dagang; dan
5. mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pengeluaran kas dari perusahaan dagang.


Jika Anda belum memahaminya, coba Anda amati dan pelajari perbedaan keduanya baik melalui media massa, buku-buku pelajaran SLTP maupun media elektronik. Di sana pasti ada jawabannya. Nah, perlu Anda ketahui bahwa setiap perusahaan baik besar maupun kecil selalu melakukan kegiatan transaksi keuangan. Akan tetapi, transaksi yang terjadi pada masing-masing perusahaan memiliki jumlah dan jenis yang berbeda-beda. Pada perusahaan kecil, transaksi keuangan yang terjadi relatif lebih kecil, baik dalam jumlah maupun dalam jenisnya. Sebaliknya pada perusahaan besar tentunya terjadi transaksi keuangan yang relatif lebih banyak. Oleh karena itu dalam perusahaan kecil dimungkinkan dalam pencatatan transaksi-transaksinya dengan menggunakan satu macam buku harian saja yang dinamakan Jurnal Umum. Sebaliknya, dalam perusahaan besar dimungkinkan untuk menggunakan jurnal tertentu yang disebut Jurnal Khusus. Penggunaan jurnal ini dapat menghemat waktu, mempermudah pembagian pekerjaan, memudahkan pemindahbukuan (posting), serta menghemat biaya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus:

Tabel 1 : Perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus

Cobalah Anda buat kesimpulan tentang difinisi jurnal khusus ini. Selanjutnya, coba Anda bandingkan dengan jawaban berikut ini :Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang.

Jika benar, lanjutkan ke materi berikutnya.

Jurnal khusus ada 4 macam :
1) Jurnal Pembelian.
2) Jurnal Pengeluaran Kas.
3) Jurnal Penjualan dan
4) Jurnal Penerimaan Kas.

Untuk lebih jelasnya lagi, maka jurnal khusus akan dibuat dalam bagan berikut ini:


Bagan 1 : Pembagian jurnal khusus

Perlu diketahui, di samping keempat jurnal tersebut jika dirasa perlu, perusahaan dapat menambah satu jurnal umum yang fungsinya untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam keempat jurnal tersebut.

Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Monday, 12 July 2010

Jurnal Pengeluaran Kas


Selanjutnya akan diuraikan materi tentang jurnal pengeluaran Kas. Anda pasti sudah tahu, setiap perusahaan selalu melakukan kegiatan pengeluaran uang. Pengeluaran uang yang dimaksud di atas akan digunakan untuk membeli barang dagang atau barang/jasa selain barang dagang secara tunai, membayar utang, membeli perlengkapan secara tunai dan membayar biaya gaji/biaya lain-lain. Transaksi- transaksi di atas harus dicatat di dalam Jurnal Pengeluaran Kas.


Jadi Jurnal Pengeluaran Kas merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi- transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran uang tunai. Ditinjau dari frekuensinya transaksi-transaksi yang berkaitan dengan hal di atas dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu kelompok transaksi yang sering terjadi dan kelompok transaksi yang jarang terjadi. Untuk transaksi yang sering terjadi dalam perusahaan dagang harus dibuatkan kolom jumlah tersendiri. Adapun transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dalam perusahaan dagang serta analisisnya berikut ini:
1) Pembelian barang dagang secara tunai, dapat dianalisis menjadi:
- debet : pembelian
- kredit : kas
2) Pembayaran utang dagang dapat dilakukan dengan 2 cara:
a) jika tanpa potongan pembelian, analisisnya menjadi:
- debet : utang usaha
- kredit : kas.
b) Jika ada potongan pembelian, analisisnya menjadi:
- debet : utang usaha
- kredit : kas
- kredit : potongan pembelian
Selanjutnya, transaksi-transaksi pembayaran yang jarang terjadi tidak perlu dibuatkan kolom jumlah tersendiri, tetapi cukup ditampung di dalam kolom serba-serbi, sedangkan akun lawannya ( contra account) adalah kas. Transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dapat dianalisis menjadi:
1) pembayaran pembelian perlengkapan, dapat dianalisis menjadi:
- debet : kolom serba serbi dengan nama akun perlengkapan
- kredit : kas
2) pembayaran gaji atau biaya lain-lain, dapat dianalisis menjadi:
- debet : kolom serba-serbi dengan mana akun biaya gaji / biaya lain-lain.
- Kredit : kas.

Untuk lebih jelasnya simak dan pelajari format 4 di bawah ini :

Contoh 1


Akan tetapi jika Anda menggunakan format 5 akan tertera seperti berikut ini :


Bagaimana ? Jika ingin tahu bagaimana mengisi kolom-kolom yang terdapat di dalam jurnal pengeluaran kas yang tertera dalam format 4 sebagai berikut:

1.


Kolom 1 diisi dengan tanggal yang tertera dalam faktur;

2.


Kolom 2 diisi dengan no faktur;

3.


Kolom 3 diisi dengan nama akun atau nama penjual beserta alamatnya;

4.


Kolom 4 diisi dengan tanda cek (V) jika jumlahnya telah sesuai dengan perhitungan yang dilakukan dalam buku besar, jika belum dicocokkan kosongkan dahulu;

5.


Kolom 5 diisi dengan jumlah akun-akun yang terjadi;

6.


Kolom 6 diisi dengan harga barang yang dibeli secara tunai sesuai yang tercantum dalam faktur;

7.


Kolom 7 diisi dengan harga barang yang dibeli secara kredit sesuai yang tercantum dalam faktur;

8.


Kolom 8 diisi dengan harga perlengkapan toko yang dibeli secara tunai sesuai dengan nota /kuitansi/cek;

9.


Kolom 9 diisi dengan jumlah uang tunai yang harus dikeluarkan/dibayarkan sesuai dengan bukti-bukti pembayaran;

10.


Kolom 10 diisi dengan jumlah potongan yang diperoleh dengan adanya pembayaran pada tanggal diskon (potongan pembelian)

Jika Anda sudah memahaminya, coba simak petunjuk pengisian kolom-kolom yang tertera dalam jurnal pengeluaran kas pada contoh 2 (format 5) berikut ini:
1) Kolom 1 sama dengan kolom 1 cukup jelas;
2) Kolom 2 sama dengan kolom 2 cukup jelas;
3) Kolom 3 sama dengan kolom 3 cukup jelas;
4) Kolom 4 sama dengan kolom 4 cukup jelas;
5) Kolom 5 sama dengan kolom 5 cukup jelas;
6) Kolom 6 sama dengan kolom 7 cukup jelas;
7) Kolom 7 diisi dengan nama akun yang terkait;
8) Kolom 8 sama dengan kolom 4 cukup jelas;
9) Kolom 9 diisi dengan jumlah pembayaran tunai akun di kolom 7;
10)Kolom 10 sama dengan kolom 9 cukup jelas;
11)Kolom 11 sama dengan kolom 10.

Untuk lebih meningkatkan pemahaman . Coba simak contoh transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas

yang terjadi pada Toko Laris, Jakarta selama bulan Januari 2000:

Januari


2


:


Dibayar utang kepada Toko Baru, Jakarta, Rp. 250.000,-




12


:


Dibayar kepada Toko Lili, Jakarta, faktur pembelian 2-1-2000 , menurut faktur sebesar Rp. 500.000,0 dengan syarat 2/10, n/30, no. bukti BKK No. 02.




19


:


Dibayar utang kepada Toko Gramedia, Jakarta atas faktur seharga Rp. 100.000,- no. bukti BKK No. 03.




20


:


Dibayar gaji karyawan untuk bulan Januari sebesar Rp. 500.000,- BKK No. 04




23


:


Dibeli peerlengkapan toko secara tunai seharga Rp. 100.000,- BKK No. 05.

Diminta



:


Catatlah transaksi-transaksi tersebut ke dalam Jurnal Pengeluaran Kas, baik dengan format 4 maupun dengan format 5.

Untuk lebih jelasnya lagi perhatikan cara pencatatan transaksi dari data di atas ke dalam jurnal pengeluaran kas berikut ini dengan menggunakan format 4.




Akan tetapi jika Anda menggunakan format 5 akan tertera seperti berikut ini :



Berikut ini Anda dihadapkan oleh beberapa transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran Kas yang terjadi pada UD. Sabar, Jakarta selama bulan Juli 2001.

Juli 2001


2


:


Dibeli barang dagang kepada Toko Sahabat, Semarang seharga Rp. 500.000,- secara tunai BKK. 03




8


:


Dibayar sewa ruangan untuk 1 tahun sebesar Rp. 2.400.000,- BKK. No.5




11


:


Dibeli kendaraan untuk usaha secara tunai seharga Rp. 20.000.000,- BKK. 06




15


:


dibayar utang kepada PD Abimanyu faktur tanggal 5/1 menurut faktur Rp. 1.000.000,- potongan Rp. 20.000,- BKK No.7




17


:


Dibeli barang dagang secara tunai seharga Rp. 700.000,- BKK No.8

Diminta



:


Coba Anda catat transaksi-transaksi tersebut kedalam jurnal pengeluaran kas menurut format 5

Setelah Anda membaca soal-soal di atas, bagaimana penilaian Anda? Apakah petunjuk belajar itu cukup jelas? Apakah uraian materinya mudah dipahamai? Jika Anda sudah mengerjakan, cocokkan dengan kunci jawaban di bawah ini.


Ternyata mempelajari Jurnal Khusus itu mudah bukan ? Anda telah berhasil menyelesaikannya, karena Anda telah mengikuti semua petunjuk yang tercantumdalam modul ini. Pelajari kembali kalau ada masalah/uraian yang menurut Anda kurang dimengerti dan jangan ragu-ragu untuk menanyakan kepada teman Anda atau kepada guru bina materi ini. Jika Anda telah memahaminya. Coba lanjutkan ke materi berikutnya tentang Jurnal Umum.

Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Saturday, 10 July 2010

Membentuk Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

LAPORAN KEUANGAN
1. Pengertian laporan laba rugi.

Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi.
Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:
Beban usaha dalam perusahaan dagang ada dua kelompok.
1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan penjualan.
2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang tidak langsung dengan penjualan.
Untuk menghitung laba kotor adalah:
Sedangkan untuk menghitung penjualan bersih adalah :
Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan pengurangan harga – potongan penjualan.


2. Menyusun laporan laba rugi.

Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu single step dan multiple step.
A.
Single Step/Langsung.
Laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di mana semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu, demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi. Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi di bawah ini.
B.
Multiple Step (Bertahap)
Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap) adalah laporan laba rugi dengan mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban usaha dan beban di luar usaha, baru kemudian dicari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi usaha.
Untuk lebih jelas perhatikan contoh di bawah ini.


3. Pembahasan unsur laporan perubahan modal.

Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan modal selama satu periode akuntansi.
Perubahan modal diakibatkan oleh adanya pengambilan pribadi, diperolehnya laba, dideritanya kerugian atau adanya setoran pribadi.

Unsur-unsur laporan perubahan modal yaitu:
- modal awal
- laba atau rugi
- pengambilan pribadi
- setoran pribadi
- modal akhir.

4. Menyusun laporan perubahan modal.

Menyusun Laporan Perubahan Modal.

Diketahui modal 1 Januari 2000
Pendapatan
Baban-beban
Prive Hadian
Rp. 8.000.000,-
Rp. 4.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
Rp. 500.000,-
Buatlah laporan perubahan modal pada tanggal 31 Januari 2000
Jawaban :

5. Pembahasan unsur-unsur laporan neraca.

Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi ruangan perusahaan pada saat tertentu unsur-unsur neraca terdiri dari :
- harta
- kewajiban/utang
- modal
Bentuk laporan neraca terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk laporan dan bentuk scontro/sebelah menyebelah.


6. Menyusun laporan neraca.

Untuk lebih jelas perhatikan contoh di bawah ini.
1. Neraca bentuk laporan.
2. Neraca Bentuk Scontro (Sebelah Menyebelah)
PD. Hadian
Neraca
Per 31 Januari 2000
Soal Essay.
Dari kertas kerja perusahaan dagang Makmur periode Desember 2001 terdapat data sebagai berikut .
Kas
Piutang dagang
Persediaan barang dagangan
Perlengkapan toko
Peralatan toko
Akumulasi penyusutan peralatan toko
Utang dagang
Utang wesel
Modal Hadian
Prive hadian
Penjualan
Retur penjualan dan PH.
Pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian
Beban sewa
Beban gaji
Beban listrik dan air
Sewa di bayar di muka
Utang gaji
Rp. 12.000.000,-
Rp. 5.200.000,-
Rp. 14.400.000,-
Rp. 2.400.000,-
Rp. 10.200.000,-
Rp. 520.000,-
Rp. 3.300.000,-
Rp. 600.000,-
Rp. 40.580.600,-
Rp. 400.000,-
Rp. 18.500.000,-
Rp. 300.000,-
Rp. 13.600.000,-
Rp. 200.000,-
Rp. 300.000,-
Rp. 1.800.000,-
Rp. 2.400.000,-
Rp. 300.000,-
Rp. 1.200.000,-
Rp. 200.000,-
Diminta:
Susunlah laporan keuangan yang terdiri dari:
a. laporan laba rugi
b. laporan perubahan modal
c. laporan neraca.
Pada tanggal 31 Desember 2001 persediaan barang dagangan tersisa Rp. 15.000.000,-
Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Sunday, 23 May 2010

AGAR ANDA DIANGGAP PENTING DI KANTOR

Jika anda ingin semua yang anda kerjakan dihargai dan ide anda diterima, anda harus memastikan bahwa orang-orang menganggap anda penting dan harus diperhitungkan. Anda sudah tau bahwa diperlukan kerja keras, kejujuran dan integritas untuk meniti karir ke jenjang yang lebih baik, tetapi, orang lain hanya menganggap anda si bodoh atau si badut yang tidak akan kemana-mana.Artikel ini berisi sederetan aksi yang harus anda lakukan untuk menjadi lebih dihargai!


  1. Jangan jadi "YES"-manAdegan "menjilat" dengan mudah dapat dicium dari ujung kantor anda. Keuntungan yang anda dapatkan dengan cara menunduk setuju seperti robot akan sangat singkat, kosong, dan tidak akan memberikan hasil yang baik. Jika hati kecil anda tidak setuju dengan sesuatu, kemukakan suara anda tanpa rasa takut! Tapi ingat: Jaga argumen anda tetap sopan dan pikirkan kalimat anda sebelum anda katakan. Selalu hargai pendapat orang lain.
  2. Berbicara dengan baik/sopan dan penuh keyakinan Baiklah, beberapa bos yang anda temui suka mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kasar, tetapi mereka masih dihormati orang. Orang-orang seperti mereka punya karakter yang unik dengan kekuatan yang dapat membuat mereka bebas berkata seperti itu. Tapi, jangan berasumsi anda dapat melakukan hal yang sama.Jaga bahasa anda tetap baik dan kalimat anda tepat. Katakan apa yang anda ingin utarakan dengan tepat tanpa perlu bertele-tele.Hal ini juga berarti, anda sebaiknya tidak memotong orang lain pada saat mereka berbicara. Anda juga tidak perlu mengeluarkan seluruh opini anda sekali anda membuka mulut (nyerocos ga menentu). Lebih baik dengarkan orang lain, dan coba pelajari apa yang mereka sampaikan. Dengarkan hingga mereka selesai. Anda tidak harus langsung membalas pernyataan mereka. Pikirkan dulu apa jawaban anda.
  3. Tepat Waktu Terus-terusan membuat orang lain menunggu anda, yakinlah, mereka tidak akan menghormati anda. Mudah saja, bagaimana mungkin anda akan dipercayakan menangani sebuah proyek besar jika hanya untuk hadir tepat waktu saja anda sudah kewalahan?! Dengan menghormati jadwal yang ada, anda akan lebih dihargai orang lain.
  4. Kerjakan PR Anda Tidak peduli dengan apa yang ada di bidang kerja anda, adalah salah satu kesalahan yang terkenal di dunia. Tidak ada satupun dari kita yang akan dianggap kompeten dan penting jika kita tidak tau apa yang sedang kita bicarakan. Jika anda ingin ide anda diperhitungkan dalam rapat, pastikan anda lebih menguasai bidang itu dari pada yang lain. Selalu ikuti trend saat ini dan jangan pernah berhenti belajar!Punya persiapan matang akan lebih membantu anda. Sebelum memikirkan ide-ide brilian, ketahui dulu apa sebenarnya pesan yang ingin anda sampaikan. Pertimbangkan apa saja yang ingin anda kemukakan, keberatan apa saja yang mungkin orang lain sampaikan kepada anda, dan bagaimana anda dapat membuat mereka percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja.Miliki semua ini sebelum presentasi anda, dan bs dipastikan, presentasi anda lebih professional dan bermutu.
  5. Jadilah Wakil Perusahaan yang Baik Ketika anda dikirim ke sebuah tempat mewakili perusahaan, anda otomatis sudah menjadi perusahaan itu. Image yang anda tunjukkan, informasi yang anda berikan kepada orang lain, itulah gambaran tentag perusahaan tempat anda bekerja anda. Banyak sekali wakil dari perusahaan yang akan mengatakan hal-hal buruk tentang perusahaannya.Jika anda ingin perusahaan anda menjadi yang terbaik, anda harus menjadi yang terbaik dulu!Katakan dengan bangga kepada siapa anda bekerja. Jika anda ingin menjelekkan perusahaan anda, carilah teman mabuk dan anda pasti sukses melakukannya.

Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Entri Populer