Photobucket
Loading
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Mohon beri masukan, saran, dan kritikan mengenai isi kontens posting blog ini, dan kalau diperlukan diharapkan kerjasama Anda dalam mengisi kontens posting blog ini.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Dan diharapkan untuk daftarkan diri menjadi bagian dari NetworkedBlogs atau Follow Us
Admin - waroengpakde

Showing posts with label Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi. Show all posts

Wednesday, 25 May 2011

Akuntansi Perusahaan Dagang - Bab 1 (Pengantar)

Rangkuman Bab I SMA Kelas XII TP. 2009/2010


Karakteristik Perusahaan Dagang

1. Perusahaan Membeli Produk Barang Dagang yang berwujud
2. Perusahaan Menyimpan Untuk Sementara Waktu Produk tersebut tanpa Mengubah Sifat
dan Bentuknya
3. Perusahaan Menjual kembali Produk Barang Dagang tersebut

Perbedaan Antara Perusahaan Dagang dengan Perusahaan Jasa, antara lain :
Terletak pada titik fokus pendapatan dan beban dalam laporan Laba Rugi yaitu :
1. Pada Laporan Perusahaan Dagang, Laporan Laba Rugi terdapat tiga unsur yakni :
  • a. Pendapatan / Penjualan

    b. Harga Pokok Penjualan

    c. Beban Operasional
2. Pada Laporan Perusahaan Jasa, Laporan Laba Rugi hanya terdapat Pendapatan & Beban Jenis-jenis Perusahaan Dagang : a. Pedagang Besar => penjualan barang dagang dalam partai besar. b. Pedagang Menengah => penjualan barang dagang dalam partai sedang. c. Pedagang Kecil => penjualan barang dagang dalam partai kecil. Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang : 1. Bukti Transaksi dikumpulkan untuk dianalisis 2. Dilakukan Pencatatan ke dalam Jurnal Umum dan Jurnal Khusus 3. Dipindahkan ke Buku Besar Umum, Buku Besar Pembantu Piutang dan Buku Besar Pembantu Hutang berdasarkan kelompoknya masing-masing 4. Disusun ke dalam Neraca Saldo 5. Disesuaikan ke dalam Ayat Jurnal Penyesuaian 6. Diikhtisarkan ke dalam Neraca Lajur (yang tujuannya utk mempermudah di dalam penyusunan laporan keuangan) 7. Dilaporkan dalam bentuk Laporan Keuangan yang terdiri dari : a. Laporan Laba Rugi b. Laporan Perubahan Modal c. Laporan Neraca Akhir d. Laporan Arus Kas Perusahaan 8. Dilakukan penutupan dengan menyusun Ayat Jurnal Penutup 9. Dirangkum ke dalam Neraca Saldo Setelah Penutupan/Tutup Buku 10.Dilakukan pembalikan dengan menyusun Ayat Jurnal Pembalik Transaksi-transaksi yang terjadi pada Perusahaan Dagang : A. Kelompok Pembelian Barang Dagang : 1. Pembelian Tunai JU :
Pembelian                   Rp. xxxx
Kas                              Rp. xxxx
2. Pembelian Kredit JU :
Pembelian                   Rp. xxxx
Hutang Dagang                    Rp. xxxx
3. Return Pembelian dan Pengurangan Harga JU :
Hutang Dagang               Rp. xxxx
Ret. Pembelian dan p.h.          Rp. xxxx
Kas                              Rp. xxxx
4. Potongan Pembelian JU :
Hutang Dagang               Rp. xxxx
Kas                              Rp. xxxx
Potongan Pembelian               Rp. xxxx
5. Beban Angkut Masuk / Pembelian JU :
Beban Angkut Masuk          Rp. xxxx
Kas                              Rp. xxxx 
B. Kelompok Penjualan Barang Dagang : 1. Penjualan Tunai JU :
Kas                         Rp. xxxx
Penjualan                        Rp. xxxx
2. Penjualan Kredit JU :
Piutang Dagang              Rp. xxxx
Penjualan                        Rp. xxxx
3. Return Penjualan dan Pengurangan Harga JU :
Ret. Penjualan & p.h    Rp. xxxx
Kas                         Rp. xxxx
Piutang dagang                  Rp. xxxx
4. Potongan Penjualan JU :
Kas                         Rp. xxxx
Potongan penjualan          Rp. xxxx
Piutang Dagang                   Rp. xxxx
5. Beban Angkut Keluar / Penjualan JU :
Beban Angkut Keluar         Rp. xxxx
Kas                              Rp. xxxx
Syarat Pembayaran dan Syarat Penyerahan Barang Dagang : 1. Syarat Pembayaran, yang berlaku dalam Perusahaan Dagang : a. n/30 b. 2/10.n/30 c. EoM 2. Syarat Penyerahan, yang berlaku dalam Perusahaan Dagang : a. FOB Shipping Point b. FOB Destination Point Bukti-bukti Transaksi Perusahaan Dagang : 1. Faktur 2. Memo Debit / Nota Debit 3. Memo Kredit / Nota Kredit 4. Bukti Kas Masuk 5. Bukti Kas Keluar 6. Bentuk Voucher (Mudahkan ..... sekarang kerjakan latihan berikut...)
Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

Monday, 9 August 2010

Materi Jurnal Umum

Sebelum melanjutkan materi ini. Cobalah Anda pahami kembali tentang jurnal umum, bagaimana bentuk formatnya dan bagaimana mencatatnya. Jika telah memahaminya dapat melanjutkan ke materi berikutnya.



Di muka sudah dijelaskan bahwa transaksi-transaksi dalam perusahaan dagang sangat banyak sifat dan jumlahnya, dan tidak semua transaksi bisa dicatat di dalam jurnal khusus. Untuk itu transaksi tersebut harus dicatat di dalam suatu jurnal yang dinamakan dengan jurnal umum perusahaan dagang pada modul yang dahulu.

Perlu Anda ketahui bahwa transaksi-transaksi yang dapat dicatat di dalam jurnal umum meliputi :
1) retur pembelian barang dagang, yang dahulu dibeli dengan kredit karena barang rusak;
2) retur penjualan barang dagang, yang dahulu dijual dengan secara kredit karena barang rusak;
3) pengubahan utang usaha menjadi utang wesel;
4) pengubahan piutang usaha menjadi piutang wesel;
5) penjualan sebagian aktiva tetap yang sudah tidak layak pakai secara kredit;
6) pengurangan harga.

Perlu dijelaskan kepada Anda sekali lagi maksud retur pembelian adalah adanya pengembalian barang dagang atau barang lain yang sudah dibeli karena rusak. Sedangkan pengurangan harga adalah potongan yang diberikan kepada langganan. Biasanya kedua transaksi ini dicatat dalam satu akun yang diberi nama pembelian retur dan potongan harga. Adanya pengembalian barang atau adanya pengurangan harga dinyatakan dengan Nota Kredit. Sedangkan retur penjualan adalah pengembalian barang dagang atau barang lain yang sudah dijual oleh para langganan, mungkin saja diberikan pengurangan harga kepada langganan. Pencatatannya dalam akun diberi nama penjualan retur dan pengurangan harga. Bagaimana, apakah sudah paham dengan uraian di atas, jika sudah Anda boleh melanjutkan lagi kemateri selanjutnya. Untuk lebih jelasnya lagi. Coba simak dan pahami jurnal umum berikut ini dengan menggunakan format 5.


Untuk lebih meningkatkan lagi pemahaman Anda, coba kerjakan soal-soal di bawah ini, dengan cermat dan jangan tergesa-gesa, langkah demi langkah dan catatlah transaksi-transaksi itu kedalam jurnal umum.

Anda dihadapkan dengan transaksi-transaksi perusahaan dagang UD. Sumber Bayu,
Semarang selama bulan Juni 2000,-

Jun 10 : Diterima kembali barang dagang yang dijual dengan syarat n/60 dari Tuan Basuki Rp. 200.000,- karena rusak

Jun 12 : Dikirim kembali sebagian barang dagangan yang dibeli dari U.D. Dahlia senilai Rp. 50.000,- karena rusak.

Jun 13 : Dikeluarkan nota kredit No. 1 kepada Toko Keluarga untuk barang-barang rusak karena kesalahan pembungkusan sebesar Rp. 30.000,-

Jun 15 : Dikirim nota debit kepada UD Laris untuk barang yang rusak Rp. 40.000,-

Transaksi-transaksi tersebut dicatat dalam jurnal umum (memorial) sebagai berikut:

Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

Tuesday, 20 July 2010

Jurnal Pembelian

Berikut ini akan diuraikan fungsi jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas. Bagaimana rasanya Anda memahami isi modul ini?

Anda tentu tahu bahwa suatu perusahaan dagang pasti akan selalu melakukan transaksi pembelian terhadap barang dagang atau barang lainnya, baik secara tunai maupun secara kredit. Jika perusahaan dagang membeli barang dagangan atau barang lain secara kredit maka Anda harus mencatatnya ke dalam jurnal pembelian. Perlu diketahui, jurnal pembelian itu hanya untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit maka analisis transaksi tersebut adalah pembelian di sebelah debet, sedangkan utang usaha di sebelah kredit. Agar lebih jelasnya lagi coba simak bagan jurnal pembelian beserta kolom-kolomnya sebagai berikut.


Oleh karena, jumlah kolom pembelian dan kolom utang usaha selalau sama diisi sesuai dengan harga beli secara kredit, maka kolom tersebut dapat disajikan secara lebih ringkas lagi seperti berikut ini :


Perlu diingat, bahwa menuliskan angka di komom jumlah sudah dianggap telah mendebet perkiraan (akun) pembelian dan mengkredit perkiraan (akun) utang usaha yang masing-masing sejumlah angka yang sama.

Jika perusahaan merasa perlu untuk mencatat pembelian selain barang dagang secara kredit terus menerus maka bagan jurnal pembelian beserta kolom-kolomnya secara lengkap disajikan berikut ini :


Coba Anda simak Jurnal Pembelian (format 3), pasti Anda merasakan adanya perbedaan bentuk-bentuk jurnal pembelian ini. Jika Anda merasa belum paham ikuti terus aturan pengisian kolom berikut ini:

1.


Kolom 1 disi dengan tanggal transaksi yang tertera dalam faktur,

2.


Kolom 2 diisi dengan nomor faktur,

3.


Kolom 3 diisi dengan siapa yang menjual dan dimana alamat penjualnya,

4.


Kolom 4 diisi dengan bagaimana syarat pembayaran yang diberikan oleh penjual,

5.


Kolom 5 diisi dengan tanda cek (V) untuk pengecekan apakah jumlahnya telah sesuai dengan perhitungan di buku lain (buku besar pembantu, jika belum dicocokkan maka Anda kosongkan saja

6.


Kolom 6 diisi denan harga beli barang dagang saja yang tertera dalam faktur,

7.


Kolom 7 diisi dengan nama akun barang/jasa selain barang dagang,

8.


Kolom 8 diisi dengan nomor kode akun,

9.


Kolom 9 diisi dengan jumlah harga beli barang/jasa selain barang dagang yang tertera dalam faktur,

10.


Kolom 10 diisi dengan harga barang dagang/bukan barang dagang yang dibeli sesuai dengan yang tercantum dalam faktur.

Mudah bukan mengikutinya? Jika Anda belum dapat memahaminya coba ulangi lagi langkah demi langkah sampai benar-benar memahaminya, jika sudah, lanjutkan dan ikuti terus isi modul ini.

Coba Anda simak terus contoh transaksi yang berhubungan dengan pembelian yang terjadi pada toko Laris , Jakarta selama bulan Januari 2000:

Januari


2


:


Dibeli barang dagang dari toko Lili, Jakarta seharga Rp. 500.000,-
dengan syarat 2/10, n/30, nomor faktur 01.




4


:


Dibeli satu set perlengkapan kantor dari Toko Gramedia, Jakarta
seharga Rp. 100.000,- dengan syarat n/60, nomor faktur 02




7


:


Dibeli barang-barang dari Toko Anugrah, Semarang seharga
Rp. 1.000.000,- dengan syarat (OM, nomor faktur 03




8


:


Dibeli barang dagang dari Toko Anggrek, Kediri seharga
Rp. 2.000.000,- dengan menyerahkan cek nomor 13008.




10


:


Dibeli peralatan toko dari Toko Adi, Bogor seharga Rp. 200.000,-
dengan syarat 2/10, n/60,nomor faktur 04




15


:


Dibeli barang dagang dari Toko Indah, Bekasi seharga Rp. 1.000.000,-
dengan syarat 2/10, n/60 nomor faktur 05.

Diminta



:


Catat transaksi-transaksi itu ke dalam jurnal pembelian !

Coba simak baik-baik soal di atas, kemudian analisa dalam setiap transaksi, apakah semua transaksi itu dapat dicatat ke dalam jurnal pembelian? Kemudian Anda siapkan pula bagan jurnal pembelian menurut format 2 maupun format 3. Catatlah transaksi-transaksi yang dapat dimasukkan ke dalam jurnal pembelian dengan mengikuti aturan-aturan yang sudah diberikan dalam modul ini.

Bagaimana dapat bukan menyelesaikannya? Jika dapat, coba bandingkan hasil jawaban dengan jawaban modul ini lebih lanjut.

Pertama dianalisa dahulu transaksi-transaksi di atas. Ternyata, dari keenam transaksi di atas yang dapat dicatat kedalam jurnal pembelian format 2 hanya transaksi tanggal 2, atau 15 Januari 2000. Transaksi yang lain tidak dapat dicatat dengan menggunakan format 2 jurnal pembelian. Mengapa? Anda perlu tahu jawabannya, ternyata ketiga transaksi yang lain tidak dapat dicatat ke dalam jurnal pembelian karena transaksi tanggal 4 yang dibeli bukan barang dagang melainkan perlengkapan toko, transaksi tanggal 8 pembelian barang dagangnya secara tunai (dengan cek) sedangkan transaksi tanggal 10 yang dibeli bukan barang dagang melainkan peralatan toko.

Untuk lebih jelasnya , perhatikan pencatatan transaksi dari data di atas ke dalam jurnal pembelian dengan menggunakan format 2 di bawah ini.


Akan tetapi jika menggunakan format 3 akan tertera berikut ini :


Ternyata jurnal pembelian yang menggunakan format 3 dapat memasukkan sampai 5 transaksi dibanding format 2 di atas. Transaksi tanggal 8 tidak dapat dimasukkan kedalam jurnal pembelian karena pembeliannya secara tunai sehingga tidak menimbulkan utang usaha.
Mudah bukan ? Anda pasti dapat memahami dan menyelesaikan tugas dengan baik dan benar. Jika merasa masih belum yakin dengan pemahaman Anda. Coba simak kembali isi modul di atas secara perlahan-lahan, pasti Anda dapat memahaminya dan menyelesaikan soal-soalnya. Untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap materi yang baru Anda pelajari dari modul ini. Cobalah Anda selesaikan soal latihan bawah ini.



Berikut ini beberapa transaksi yang berhubungan dengan pembelian yang
terjadi pada UD. Pandan Sari selama bulan Juni 2001:


Juni


2


:


Dibeli barang dagang dari toko Lili, Jakarta seharga Rp. 500.000,-
dengan syarat 2/10, n/30, nomor faktur 01.




3


:


Dibeli satu set perlengkapan kantor dari Toko Gramedia, Jakarta
seharga Rp. 100.000,- dengan syarat n/60, nomor faktur 02




5


:


Dibeli barang-barang dari Toko Anugrah, Semarang seharga
Rp. 1.000.000,- dengan syarat (OM, nomor faktur 03




8


:


Dibeli barang dagang dari Toko Anggrek, Kediri seharga
Rp. 2.000.000,- dengan menyerahkan cek nomor 13008.




19


:


Dibeli peralatan toko dari Toko Adi, Bogor seharga Rp. 200.000,-
dengan syarat 2/10, n/60,nomor faktur 04

Diminta



:


Catatlah transaksi-transaksi itu ke dalam jurnal pembelian dengan
format 3 (form terlengkap)

Coba Anda simak baik-baik soalnya, kemudian analisa dahulu lalu catat dalam jurnal pembelian. Berusahalah terus dan jangan putus asa. Jangan takut gagal, jika ragu untuk mengerjakannya coba baca dan simak kembali uraian di atas, pasti Anda akan ingat kembali. Coba bandingkan dengan jawaban yang tertera di bawah ini.


Bagaimana ? Anda hebat ! dapat menyelesaikan soal di atas dengan mudah tanpa mendapat hambatan, karena Anda telah menyimak dengan baik modul ini. Oleh karena itu Anda boleh melanjutkan uraian modul ini lebih lanjut. Jika jawaban Anda belum benar, itu berarti bukan gagal, tetapi Anda dianjurkan untuk mengulanginya lagi uraian di atas.

Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

Sunday, 18 July 2010

Kriteria Akuntansi Perusahaan Dagang

JURNAL PEMBELIAN DAN
JURNAL PENGELUARAN KAS

Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat:
1. menjelaskan definisi jurnal khusus;
2. membedakan antara jurnal khusus dan jurnal umum;
3. membedakan fungsi jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas;
4. mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pembelian dari perusahaan dagang; dan
5. mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pengeluaran kas dari perusahaan dagang.


Jika Anda belum memahaminya, coba Anda amati dan pelajari perbedaan keduanya baik melalui media massa, buku-buku pelajaran SLTP maupun media elektronik. Di sana pasti ada jawabannya. Nah, perlu Anda ketahui bahwa setiap perusahaan baik besar maupun kecil selalu melakukan kegiatan transaksi keuangan. Akan tetapi, transaksi yang terjadi pada masing-masing perusahaan memiliki jumlah dan jenis yang berbeda-beda. Pada perusahaan kecil, transaksi keuangan yang terjadi relatif lebih kecil, baik dalam jumlah maupun dalam jenisnya. Sebaliknya pada perusahaan besar tentunya terjadi transaksi keuangan yang relatif lebih banyak. Oleh karena itu dalam perusahaan kecil dimungkinkan dalam pencatatan transaksi-transaksinya dengan menggunakan satu macam buku harian saja yang dinamakan Jurnal Umum. Sebaliknya, dalam perusahaan besar dimungkinkan untuk menggunakan jurnal tertentu yang disebut Jurnal Khusus. Penggunaan jurnal ini dapat menghemat waktu, mempermudah pembagian pekerjaan, memudahkan pemindahbukuan (posting), serta menghemat biaya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus:

Tabel 1 : Perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus

Cobalah Anda buat kesimpulan tentang difinisi jurnal khusus ini. Selanjutnya, coba Anda bandingkan dengan jawaban berikut ini :Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang.

Jika benar, lanjutkan ke materi berikutnya.

Jurnal khusus ada 4 macam :
1) Jurnal Pembelian.
2) Jurnal Pengeluaran Kas.
3) Jurnal Penjualan dan
4) Jurnal Penerimaan Kas.

Untuk lebih jelasnya lagi, maka jurnal khusus akan dibuat dalam bagan berikut ini:


Bagan 1 : Pembagian jurnal khusus

Perlu diketahui, di samping keempat jurnal tersebut jika dirasa perlu, perusahaan dapat menambah satu jurnal umum yang fungsinya untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam keempat jurnal tersebut.

Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

Monday, 12 July 2010

Jurnal Pengeluaran Kas


Selanjutnya akan diuraikan materi tentang jurnal pengeluaran Kas. Anda pasti sudah tahu, setiap perusahaan selalu melakukan kegiatan pengeluaran uang. Pengeluaran uang yang dimaksud di atas akan digunakan untuk membeli barang dagang atau barang/jasa selain barang dagang secara tunai, membayar utang, membeli perlengkapan secara tunai dan membayar biaya gaji/biaya lain-lain. Transaksi- transaksi di atas harus dicatat di dalam Jurnal Pengeluaran Kas.


Jadi Jurnal Pengeluaran Kas merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi- transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran uang tunai. Ditinjau dari frekuensinya transaksi-transaksi yang berkaitan dengan hal di atas dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu kelompok transaksi yang sering terjadi dan kelompok transaksi yang jarang terjadi. Untuk transaksi yang sering terjadi dalam perusahaan dagang harus dibuatkan kolom jumlah tersendiri. Adapun transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dalam perusahaan dagang serta analisisnya berikut ini:
1) Pembelian barang dagang secara tunai, dapat dianalisis menjadi:
- debet : pembelian
- kredit : kas
2) Pembayaran utang dagang dapat dilakukan dengan 2 cara:
a) jika tanpa potongan pembelian, analisisnya menjadi:
- debet : utang usaha
- kredit : kas.
b) Jika ada potongan pembelian, analisisnya menjadi:
- debet : utang usaha
- kredit : kas
- kredit : potongan pembelian
Selanjutnya, transaksi-transaksi pembayaran yang jarang terjadi tidak perlu dibuatkan kolom jumlah tersendiri, tetapi cukup ditampung di dalam kolom serba-serbi, sedangkan akun lawannya ( contra account) adalah kas. Transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dapat dianalisis menjadi:
1) pembayaran pembelian perlengkapan, dapat dianalisis menjadi:
- debet : kolom serba serbi dengan nama akun perlengkapan
- kredit : kas
2) pembayaran gaji atau biaya lain-lain, dapat dianalisis menjadi:
- debet : kolom serba-serbi dengan mana akun biaya gaji / biaya lain-lain.
- Kredit : kas.

Untuk lebih jelasnya simak dan pelajari format 4 di bawah ini :

Contoh 1


Akan tetapi jika Anda menggunakan format 5 akan tertera seperti berikut ini :


Bagaimana ? Jika ingin tahu bagaimana mengisi kolom-kolom yang terdapat di dalam jurnal pengeluaran kas yang tertera dalam format 4 sebagai berikut:

1.


Kolom 1 diisi dengan tanggal yang tertera dalam faktur;

2.


Kolom 2 diisi dengan no faktur;

3.


Kolom 3 diisi dengan nama akun atau nama penjual beserta alamatnya;

4.


Kolom 4 diisi dengan tanda cek (V) jika jumlahnya telah sesuai dengan perhitungan yang dilakukan dalam buku besar, jika belum dicocokkan kosongkan dahulu;

5.


Kolom 5 diisi dengan jumlah akun-akun yang terjadi;

6.


Kolom 6 diisi dengan harga barang yang dibeli secara tunai sesuai yang tercantum dalam faktur;

7.


Kolom 7 diisi dengan harga barang yang dibeli secara kredit sesuai yang tercantum dalam faktur;

8.


Kolom 8 diisi dengan harga perlengkapan toko yang dibeli secara tunai sesuai dengan nota /kuitansi/cek;

9.


Kolom 9 diisi dengan jumlah uang tunai yang harus dikeluarkan/dibayarkan sesuai dengan bukti-bukti pembayaran;

10.


Kolom 10 diisi dengan jumlah potongan yang diperoleh dengan adanya pembayaran pada tanggal diskon (potongan pembelian)

Jika Anda sudah memahaminya, coba simak petunjuk pengisian kolom-kolom yang tertera dalam jurnal pengeluaran kas pada contoh 2 (format 5) berikut ini:
1) Kolom 1 sama dengan kolom 1 cukup jelas;
2) Kolom 2 sama dengan kolom 2 cukup jelas;
3) Kolom 3 sama dengan kolom 3 cukup jelas;
4) Kolom 4 sama dengan kolom 4 cukup jelas;
5) Kolom 5 sama dengan kolom 5 cukup jelas;
6) Kolom 6 sama dengan kolom 7 cukup jelas;
7) Kolom 7 diisi dengan nama akun yang terkait;
8) Kolom 8 sama dengan kolom 4 cukup jelas;
9) Kolom 9 diisi dengan jumlah pembayaran tunai akun di kolom 7;
10)Kolom 10 sama dengan kolom 9 cukup jelas;
11)Kolom 11 sama dengan kolom 10.

Untuk lebih meningkatkan pemahaman . Coba simak contoh transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas

yang terjadi pada Toko Laris, Jakarta selama bulan Januari 2000:

Januari


2


:


Dibayar utang kepada Toko Baru, Jakarta, Rp. 250.000,-




12


:


Dibayar kepada Toko Lili, Jakarta, faktur pembelian 2-1-2000 , menurut faktur sebesar Rp. 500.000,0 dengan syarat 2/10, n/30, no. bukti BKK No. 02.




19


:


Dibayar utang kepada Toko Gramedia, Jakarta atas faktur seharga Rp. 100.000,- no. bukti BKK No. 03.




20


:


Dibayar gaji karyawan untuk bulan Januari sebesar Rp. 500.000,- BKK No. 04




23


:


Dibeli peerlengkapan toko secara tunai seharga Rp. 100.000,- BKK No. 05.

Diminta



:


Catatlah transaksi-transaksi tersebut ke dalam Jurnal Pengeluaran Kas, baik dengan format 4 maupun dengan format 5.

Untuk lebih jelasnya lagi perhatikan cara pencatatan transaksi dari data di atas ke dalam jurnal pengeluaran kas berikut ini dengan menggunakan format 4.




Akan tetapi jika Anda menggunakan format 5 akan tertera seperti berikut ini :



Berikut ini Anda dihadapkan oleh beberapa transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran Kas yang terjadi pada UD. Sabar, Jakarta selama bulan Juli 2001.

Juli 2001


2


:


Dibeli barang dagang kepada Toko Sahabat, Semarang seharga Rp. 500.000,- secara tunai BKK. 03




8


:


Dibayar sewa ruangan untuk 1 tahun sebesar Rp. 2.400.000,- BKK. No.5




11


:


Dibeli kendaraan untuk usaha secara tunai seharga Rp. 20.000.000,- BKK. 06




15


:


dibayar utang kepada PD Abimanyu faktur tanggal 5/1 menurut faktur Rp. 1.000.000,- potongan Rp. 20.000,- BKK No.7




17


:


Dibeli barang dagang secara tunai seharga Rp. 700.000,- BKK No.8

Diminta



:


Coba Anda catat transaksi-transaksi tersebut kedalam jurnal pengeluaran kas menurut format 5

Setelah Anda membaca soal-soal di atas, bagaimana penilaian Anda? Apakah petunjuk belajar itu cukup jelas? Apakah uraian materinya mudah dipahamai? Jika Anda sudah mengerjakan, cocokkan dengan kunci jawaban di bawah ini.


Ternyata mempelajari Jurnal Khusus itu mudah bukan ? Anda telah berhasil menyelesaikannya, karena Anda telah mengikuti semua petunjuk yang tercantumdalam modul ini. Pelajari kembali kalau ada masalah/uraian yang menurut Anda kurang dimengerti dan jangan ragu-ragu untuk menanyakan kepada teman Anda atau kepada guru bina materi ini. Jika Anda telah memahaminya. Coba lanjutkan ke materi berikutnya tentang Jurnal Umum.

Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

Saturday, 10 July 2010

Membentuk Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

LAPORAN KEUANGAN
1. Pengertian laporan laba rugi.

Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi.
Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:
Beban usaha dalam perusahaan dagang ada dua kelompok.
1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan penjualan.
2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang tidak langsung dengan penjualan.
Untuk menghitung laba kotor adalah:
Sedangkan untuk menghitung penjualan bersih adalah :
Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan pengurangan harga – potongan penjualan.


2. Menyusun laporan laba rugi.

Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu single step dan multiple step.
A.
Single Step/Langsung.
Laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di mana semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu, demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi. Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi di bawah ini.
B.
Multiple Step (Bertahap)
Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap) adalah laporan laba rugi dengan mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban usaha dan beban di luar usaha, baru kemudian dicari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi usaha.
Untuk lebih jelas perhatikan contoh di bawah ini.


3. Pembahasan unsur laporan perubahan modal.

Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan modal selama satu periode akuntansi.
Perubahan modal diakibatkan oleh adanya pengambilan pribadi, diperolehnya laba, dideritanya kerugian atau adanya setoran pribadi.

Unsur-unsur laporan perubahan modal yaitu:
- modal awal
- laba atau rugi
- pengambilan pribadi
- setoran pribadi
- modal akhir.

4. Menyusun laporan perubahan modal.

Menyusun Laporan Perubahan Modal.

Diketahui modal 1 Januari 2000
Pendapatan
Baban-beban
Prive Hadian
Rp. 8.000.000,-
Rp. 4.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
Rp. 500.000,-
Buatlah laporan perubahan modal pada tanggal 31 Januari 2000
Jawaban :

5. Pembahasan unsur-unsur laporan neraca.

Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi ruangan perusahaan pada saat tertentu unsur-unsur neraca terdiri dari :
- harta
- kewajiban/utang
- modal
Bentuk laporan neraca terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk laporan dan bentuk scontro/sebelah menyebelah.


6. Menyusun laporan neraca.

Untuk lebih jelas perhatikan contoh di bawah ini.
1. Neraca bentuk laporan.
2. Neraca Bentuk Scontro (Sebelah Menyebelah)
PD. Hadian
Neraca
Per 31 Januari 2000
Soal Essay.
Dari kertas kerja perusahaan dagang Makmur periode Desember 2001 terdapat data sebagai berikut .
Kas
Piutang dagang
Persediaan barang dagangan
Perlengkapan toko
Peralatan toko
Akumulasi penyusutan peralatan toko
Utang dagang
Utang wesel
Modal Hadian
Prive hadian
Penjualan
Retur penjualan dan PH.
Pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian
Beban sewa
Beban gaji
Beban listrik dan air
Sewa di bayar di muka
Utang gaji
Rp. 12.000.000,-
Rp. 5.200.000,-
Rp. 14.400.000,-
Rp. 2.400.000,-
Rp. 10.200.000,-
Rp. 520.000,-
Rp. 3.300.000,-
Rp. 600.000,-
Rp. 40.580.600,-
Rp. 400.000,-
Rp. 18.500.000,-
Rp. 300.000,-
Rp. 13.600.000,-
Rp. 200.000,-
Rp. 300.000,-
Rp. 1.800.000,-
Rp. 2.400.000,-
Rp. 300.000,-
Rp. 1.200.000,-
Rp. 200.000,-
Diminta:
Susunlah laporan keuangan yang terdiri dari:
a. laporan laba rugi
b. laporan perubahan modal
c. laporan neraca.
Pada tanggal 31 Desember 2001 persediaan barang dagangan tersisa Rp. 15.000.000,-
Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

Monday, 3 August 2009

Metode Pencatatan Akuntansi Perusahaan Dagang (Bab 2 - bagian 1)

Metode Pencatatan Akuntansi Perusahaan Dagang
(Rangkuman Bab 2 - Bagian 1)

A. Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang
Ada dua sistem pencatatan Persediaan Barang Dagang :
I. Sistem Persediaan Periodik / Berkala
II. Sistem Persediaan Perpetual / Terus Menerus

Ad.I. Sistem Persediaan Periodik / Berkala
  • Setiap kali terjadi transaksi Penjualan hanya "Pendapatan" dari hasil penjualanlah yang dicatat
  • Pada saat penjualan tersebut tidak dibuat ayat jurnal umum untuk mencatat Harga Pokok Barang yang dijual atau Harga Pokok Penjualan
  • Harus diadakan penghitungan secara fisik dengan tujuan untuk menentukan nilai persediaan pada akhir periode akuntansi
  • Jurnal umum pencatatan transaksi prose Penjualan dan Pembelian dapat dilakukan dengan cara :


1. Pembelian Tunai

JU :
Pembelian                   Rp. xxxx
Kas                              Rp. xxxx

2. Pembelian Kredit
JU :
Pembelian                   Rp. xxxx
Hutang Dagang                    Rp. xxxx

3. Penjualan Tunai
JU :
Kas                         Rp. xxxx
Penjualan                        Rp. xxxx

4. Penjualan Kredit
JU :
Piutang Dagang              Rp. xxxx
Penjualan                        Rp. xxxx


Ad. II. Sistem Persediaan Perpetual / Terus Menerus
  • Baik dalam jumlah "Penjualan" maupun "Harga Pokok Penjualan" dicatat pada setiap saat barang dagang yang dijual
  • Sistem ini akan terjadi pencatatan akuntansi secara terus menerus dengan tujuan untuk mengetahui jumlah persediaan barang yang ada digudang
  • Jurnal umum pencatatan transaksi proses Penjualan dan Pembelian dapat dilakukan dengan cara :

1. Pembelian Tunai
JU :
Persediaan                   Rp. xxxx
Kas                              Rp. xxxx

2. Pembelian Kredit
JU :
Persediaan                   Rp. xxxx
Hutang Dagang                    Rp. xxxx

3. Penjualan Tunai
JU :
Kas                         Rp. xxxx
Penjualan                        Rp. xxxx
Harga Pokok Penjualan       Rp. xxxx
Persediaan                       Rp. xxxx

4. Penjualan Kredit
JU :
Piutang Dagang              Rp. xxxx
Penjualan                        Rp. xxxx
Harga Pokok Penjualan       Rp. xxxx
Persediaan                       Rp. xxxx 



B. Metode Penghitungan Harga Perolehan Persediaan Barang Dagang
Ada tiga metode aliran anggapan penghitungan Kartu Persedidaan Barang Dagang :
1. Metode FIFO (First In First Out)

  • Barang yang masuk (dibeli) paling awal yang akan dikeluarkan terlebih dahulu untuk dijual




  • 2. Metode LIFO (Last In First Out)

  • Barang yang masuk (dibeli) paling akhir yang akan dikeluarkan terlebih dahulu untuk dijual




  • 3. Metode Average (Metode Rata-rata)
  • Barang yang akan dijual dianggap memiliki harga yang sama sehingga kejadian masuknya barang tidak perlu diperhatikan.





  • Penghitungan Harga Perolehan Kartu Persediaan Barang Dagang, sistem perpetual dengan metode FIFO :
    Contoh 1.1 :
    Berikut data transaksi persediaan awal, pembelian dan penjualan PD Makmur Raya
    Tanggal 1 April Persediaan Awal 200 unit @ Rp. 10.000,-
    Tanggal 4 April Pembelian barang 400 unit @ Rp. 13.000,-
    Tanggal 7 April Pembelian barang 200 unit @ Rp. 12.000,-
    Tanggal 10 April Penjualan barang 300 unit
    Tanggal 12 April Pembelian barang 200 unit @ Rp. 12.500,-
    Tanggal 25 April Penjualan barang 150 unit
    Tanggal 28 April Pembelian barang 100 unit @ Rp. 11.000,-
    Tanggal 30 April Penjualan barang 100 unit

    Diminta :
    Hitunglah harga perolehan kartu persediaan barang dagang dengan metode FIFO
    Jawabannya :


    Soal yang sama :
    Hitunglah harga perolehan kartu persediaan barang dagang dengan metode LIFO
    Jawabannya :


    Soal yang sama :
    Hitunglah harga perolehan kartu persediaan barang dagang dengan metode Average
    Jawabannya :


    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

    Tuesday, 28 July 2009

    Akuntansi Keperilakuan-3

    KONSEP KEPERILAKUAN DARI PSIKOLOGI DAN PSIKOLOGI SOSIAL

    A. Sikap
    Sikap adalah suatu hal yang mempelajari mengenai tendensi tindakan, baik yang menguntungkan maupun yang kurang menguntungkan, tujuan manusia, objek, gagasan atau situasi. Sikap mempunyai 3 komponen, yaitu : (1) pengertian; (2) pengaruh; (3) perilaku. Sikap pada hakekatnya merujuk pada bagian afektif dari ketiga komponen tersebut. Sikap memiliki 4 fungsi utama, yaitu : (1) pemahaman, (2) kebutuhan akan kepuasan; (3) defensive ego; dan (4) ungkapan nilai.

    B. Beberapa Teori Terkait Dengan Sikap
    1. Teori Perubahan Sikap
    Setiap hari manusia dipaksa untuk mengubah sikap dan perilaku melalui pesan yang dirancang khusus untuk hal tersebut. Teori perubahan sikap dapat membantu untuk memprediksikan pendekatan yang paling efektif. Sikap, mungkin dapat berubah sebagai hasil pendekatan dan keadaan.
    2. Konsistensi dan Teori Perselisihan
    Beberapa teori perubahan sikap berasumsi bahwa orang-orang mencoba untuk memelihara konsistensi atau kesesuaian antara sikap dan perilaku mereka. Teori ini memandang perubahan sikap sebagai hal yang masuk akal dan merupakan proses yang mencerminkan orang-orang yang dibuat untuk menyadari inkonsistensi antara sikap dan perilaku mereka, sehingga mereka termotivasi untuk mengoreksi inkonsistensi tersebut dengan mengubah sikap maupun perilakunya kea rah yang lebih baik. Perlu digarisbawahi asumsi dari beberapa teori yang ada, dimana orang-orang tidak dapat memahami akan inkonsistensi tersebut.
    3. Teori Disonansi Kognitif
    Teori ini menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku. Disonansi dalam hal ini berarti adanya suatu inkonsistensi. Disonansi kognitif mengacu pada setiap inkonsistensi yang dipersepsikan oleh seseorang terhadap dua atau lebih sikapnya, atau terhadap perilaku dengan sikapnya.
    4. Teori Persepsi Diri
    Teori persepsi diri menganggap bahwa orang-orang mengembangka sikap berdasarkan bagaimana mereka mengamati dan menginterpretasikan perilaku mereka sendiri.
    5. Teori Motivasi dan Aplikasinya
    Motivasi adalah yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu. System pengendalian akuntansi mensyaratkan adanya suatu pemahaman tentang bagaimana individu-individu dapat termotivasi oleh teori akuntansi.
    6. Teori Motivasi Awal
    Tahun 1950-an merupakan kurun waktu yang berhasil dalam mengembangkan konsep-konsep motivasi. Tiga teori spesifik dirumuskan selama kurun waktu ini meskipun diserang dengan keras dan saat ini validitasnya dipertanyakan. Ketiga teori ini adalah teori hierarki (anak tangga) kebutuhan, teori X dan Y, dan teori motivasi hygiene. Anda mengetahui bahwa teori-teori ini bersifat awal, setidaknya karena dua alasan : 1) teori-teori ini mewakili suatu dasar darimana teori-teori kontemporer berkembang; dan 2) para manajer mempraktekkan penggunaan teori dan istilah-istilah ini untuk menjelaskan motivasi karyawan secara teratur.
    7. Teori Kebutuhan dan Kepuasan
    Teori ini dikembangkan oleh Maslow. Kebutuhan menurut maslow dari bawah ke atas adalah sebagai berikut :
    a. Kebutuhan fisiologis
    b. Kebutuhan akan rasa aman
    c. Kebutuhan social
    d. Kebutuhan akan penghargaan
    e. Kebutuhan akan aktualisasi diri
    8. Teori Prestasi
    Teori ini digunakan untuk menjawab permasalahan yang berhubungan dengan teori kebutuhan dan kepuasan, yang pada awalnya dikembangkan oleh McClelland di awal tahun 1990. Ada tiga factor dalam teori prestasi ini adalah : prestasi, kekuatan dan afiliasi.
    9. Teori Motivasi
    Pada pertengahan tahun 1960-an, Herzberg mengajukan suatu teori motivasi yang dibagi ke dalam beberapa factor. Teori ini memiliki pengaruh terhadap kedua jenis perilaku.
    10. Teori Keadilan
    Teori ini pertama kali disampaikan oleh Adam (1963). Dalam teori keadilan, kunci ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh seorang individu adalah jika orang tersebut membandingkannya dengan lingkungan lainnya. Teori keadilan secara umum merupakan bentuk dasar dari konsep hubungan pertukaran social. Para individu mempertimbangkan input dan output menjadi suatu nilai yang tidak sebanding.
    11. Teori ERG
    Teori ERG (exixtence, relatedness, growth) menganggap bahwa kebutuhan manusia mempunyai tiga hierarki kebutuhan, yaitu kebutuhan akan eksistensi, kebutuhan akan keterikatan dan kebutuhan akan pertumbuhan. Teori ERG mengandung suatu dimensi frustasi-regresi.Teori ERG menyampaikan bahwa apabila suatu tingkat kebutuhan dari urutan yang lebih tinggi terhalang, maka timbul hasrat dalam individu untuk meningkatkan kebutuhan di tingkat yang lebih rendah.
    12. Teori Harapan
    Ide dasarnya adalah bahwa motivasi telah ditentukan oeh hasil yang diharapkan akan diperoleh seseorang sebagai akibat dari tindakannya. Variable-variabel kunci dalam teori harapan adalah : usaha, hasil, harapan, instrument-instrumen yang berkaitan dengan hubungan antara hasil tingkat pertama dengan hasil tingkat kedua, hubungan antara prestasi dan imbalan atas pencapaian prestasi, serta valensi yang berkaitan dengan kadar kekuatan dan keinginan seseorang terhadap hasil tertentu
    13. Teori Penguatan
    Teori ini mengungkapkan bahwa perilaku merupakan fungsi dari akibar yang berkaitan dengan perilaku tersebut.
    14. Teori Penetapan Tujuan
    Teori ini menguraikan hubungan antara tujuan yang ditetapkan dan prestasi kerja. Konsep dasar dari teori ini adalah bahwa karyawan yang memahami tujuan (apa yang diharapkan organisasi terhadapnya) akan terpengaruh perilaku kerjanya.
    15. Teori Atribusi
    Teori atribusi beragumentasi bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh kombinasi kekuatan internal, yaitu factor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti kemampuan atau usaha, dan kekuatan eksternal, yaitu factor-faktor yang berasal dari luar, seperti kesulitan dalam pekerjaan atau keberuntungan.
    16. Teori Agensi
    Mendasarkan pemikirannya atas adanya perbedaan informasi antara atasan dan bawahan, antara kantor pusat dan cabang dan lain-lain.
    17. Pendekatan Dyadic
    Pendekatan ini menyatakan bahwa ada dua pihak, yaitu atasan dan bawahan yang berperan dalam proses evaluasi kinerja.

    C. Persepsi
    Persepsi adalah bagaimana orang-orang melihat atau menginterpretasikan peristiwa, objek serta manusia. Persepsi dipengaruhi factor dalam situasi yaitu : waktu, keadaan/tempat kerja dan keadaan social. Factor lain yang mempengaruhi persepsi adalah : sikap, motif, kepentingan, pengalaman dan pengharapan. Factor yang lain yang juga mempengaruhi persepsi adalah hal baru, gerakan, bunyi, ukuran, latar belakang dan kedekatan.

    D. Nilai
    Nilai secara mendasar dinyatakan sebagai suatu modus perilaku atau keadaan akhir dari eksistensi yang khas dan lebih disukai secara pribadi atau social dibandingkan dengan suatu modus perilaku atau keadaan akhir yang berlawanan.

    E. Pembelajaran
    Pembelajaran adalah proses dimana perilaku baru diperlukan. Pembelajaran terjadi sebagai hasil dari motivasi, pengalaman dan pengulangan dalam merespon situasi. Kombinasi dari motivasi, pengalaman dan pengulangan dalam merespons situasi ini terjadi dalam 3 bentuk : pengaruh keadaan klasik, pengaruh keadaan operant dan pembelajaran social.

    F. Kepribadian
    Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis dalam diri seseorang yang menentukan dan mencermikan bagaimana orang tersebut merespon lingkunganya. Kepribadian adalah intisari dari perbedaan individu. Kepribadian cenderung bersifat konsisten dan kronis. Konsep kepribadian dan pengetahuan tentangn komponennya adalah penting karena memungkinkan untuk memprediksi perilaku. Kepribadian bagaimanapun juga dapat berubah. Para akuntan perilaku dapat menghadapi efektifitas orang-orang jika mereka memahami bagaimana kepribadian dikembangkan dan bagaimana kepribadian tersebut dapat diubah.

    BAB IV
    FILOSOFI RISET DALAM BIDANG AKUNTANSI KEPERILAKUAN

    A. Pergeseran Arah Riset
    Alasan yang mendasari usaha pemahaman akuntansi secara empiris dan mendalam yaitu harapan akan munculnya desain sistem akuntansi yang lebih berarti yang didapat dari pemahaman atas praktik langsung, alasan kedua yaitu adanya “gerakan “ dari masyarakat peneliti akuntansi yang menitikberatkan pada pendekatan ekonomi dan perilaku. Riset akuntansi dengan menggunakan pendekatan utama (mainstream) dengan ciri khas penggunaan model matematis dan pengujian hipotesis masih mendominasi riset manajemen dan akuntansi hingga saat ini, tetapi sejak tahun 1980-an telah muncul usaha-usaha untuk menggunakan pendekatan-pendekatan baru yang meminjam metodologi dari ilmu-ilmu sosial seperti filsafat, sosiologi, dan antropologi untuk memahami akuntansi.

    B. Filosofi Paradigma Metodologi Riset
    Suatu pengetahuan (knowledge) dibangun berdasarkan asumsi-asumsi filosofis tertentu.


    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

    Saturday, 25 July 2009

    Akuntansi Keperilakuan-2

    TINJAUAN TERHADAP ILMU KEPERILAKUAN :
    DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI

    A. Mengapa Mempertimbangkan Aspek Keperilakuan Pada Akuntasi
    Berdasarkan pengalaman, banyak manajer dan akuntan telah memperoleh suatu pemahaman yang lebih dari sekadar aspek manusia dalam tugas mereka. Bagaimanapun harus diakui bahwa banyak system akuntansi masih dihadapkan pada berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan penggunaan dan penerimaan seluruh system akuntansi terkadang dapat menjadi meragukan. Para manajer terbiasa bebas untuk memanipulasi laporan informasi system akuntansi. Pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang hasil laporan mereka dan bukan atas dasar kontribusi mereka yang lebih luas terhadap efektivitas organisasi. Sebagian prosedur saat ini juga dapat menimbulkan pembatasan yang tidak diinginkan terhadap inisiatif manajerial. Prosedur dapat menjadi tujuan akhir itu sendiri jika semata-mata dibandingkan dengan teknik organisasi yang lebih luas.
    Dalam organisasi, semua anggota mempunyai peran yang harus dimainkan dalam mencapai tujuan organisasi. Peran tersebut bergantung pada seberapa besar porsi tanggung jawab dan rasa tanggung jawab anggota terhadap pencapaian tujuan. Rasa tanggung jawab tersebut pada sebagian organisasi dihargai dalam bentuk penghargaan tertentu. Dalam organisasi, masing-masing mempunyai tujuan dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Keselarasan tersebut akan dapat lebih diwujudkan manakala individu memahami dan patuh pada ketetapan-ketetapan yang ada di dalam anggaran.

    B. Dimensi Akuntansi Keperilakuan
    Akuntansi keperilakuan berada di balik peran akuntansi tradisional yang berarti mengumpulkan, mengukur, mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desain, konstruksi, serta penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keperilakuan, dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi, mencerminkan dimensi social dan budaya manusia dalam suatu organisasi.
    Bernard Berelson dan GA. Stainer juga menjelaskan secara singkat mengenai definisi keperilakuan, yaitu sebagai suatu riset ilmiah yang berhadapan secara langsung dengan perilaku manusia. Definisi ini menangkap permasalahan inti dari ilmu keperilakuan, yaitu riset ilmiah dan perilaku manusia.

    C. Lingkup dan Sasaran Hasil Dari Akuntasi Keperilakuan
    Pada masa lalu, para akuntan semata-mata focus pada pengukuran pendapatan dan biaya yang mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna memprediksi masa depan. Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari perilaku manusia dan kinerja masa lalu itu sendiri merupakan suatu factor yang akan mempengaruhi perilaku di masa depan. Mereka melewatkan fakta bahwa arti pengendalian secara penuh dari suatu organisasi harus diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, serta cita-cita individu yang saling berhubungan dalam organisasi.

    D. Persamaan dan Perbedaan Ilmu Keperilakuan dan Akuntansi Keperilakuan
    Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan manusia. Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan akuntansi. Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu social, sedangkan akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntasi dan pengetahuan keperilakuan. Namun ilmu keperilakuan dan akuntansi keperilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan psikologi untuk menilai dan memecahkan permasalahan organisasi.
    E. Perspektif Berdasarkan Perilaku Manusia : Psikologi, Sosiologi dan Psikologi Sosial
    Ketiga hal tersebut, yaitu psikologi, sosiologi dan psikologi social menjadi kontribusi utama dari ilmu keperilakuan. Ketiganya melakukan pencarian untuk menguraikan dan menjelaskan perilaku manusia, walaupun secara keseluruhan mereka memiliki perspektif yang berbeda mengenai kondisi manusia. Psikologi terutama merasa tertarik dengan bagaimana cara individu bertindak. Fokusnya didasarkan pada tindakan orang-orang ketika mereka bereaksi terhadap stimuli dalam lingkungan mereka, dan perilaku manusia dijelaskan dalam kaitannya dengan ciri, arah dan motivasi individu. Keutamaan psikologi didasarkan pada seseorang sebagai suatu organisasi. Di pihak lain, sosiologi dan psikologi social memusatkan perhatian pada perilaku kelompok social. Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orang-orang dan bukan pada rangsangan fisik. Perilaku diterangkan dalam hubungannya dengan ilmu social, pengaruh social dan ilmu dinamika kelompok.

    F. Beberapa Hal Penting Dalam Perilaku Organisasi
    Ada beberapa teori perilaku organisasional yang mencerminkan inti yang ditangani oleh teori-teori, yaitu :
    1. Teori Peran
    2. Struktur Sosial
    3. Budaya
    4. Komitmen Organisasi
    5. Konflik Peran
    6. Konflik Kepentingan
    7. Pemberdayaan Karyawan

    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

    Monday, 20 July 2009

    Akuntansi Keperilakuan-1

    A. Pendahuluan
    Akuntansi merupakan suatu system untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan oleh pemakainya untuk menghasilkan keputusan bisnis. Tujuan informasi ini adalah memberikan petunjuk dalam memilih tindakan yang paling baik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi. Namun pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis juga melibatkan aspek-aspek keperilakuan dari pengambil keputusan. Dengan demikian, akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi yang dapat dihasilkan oleh akuntasi. Akhirnya akuntansi bukanlah sesuatu yang statis, akan tetapi selalu berkembang agar dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya.

    Hal diatas menjelaskan aspek keperilakuan dari pihak pelaksana/penyusun informasi akuntasi dan pihak pemakai akuntasi. Pihak pelaksana/penyusun informasi akuntasi adalah seorang atau kumpulan orang yang mengoperasikan system informasi akuntasi dari awal sampai terwujudnya laporan keuangan. Sedangkan pihak pemakai laporan keunagan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu : (1) pemakai internal (internal user); (2) pemakai eksternal (external user). Yang dimaksud dengan pihak internal adalah organisasi yang memiliki garis dan staf personel, yang memandang laporan akuntansi sebagai landasan yang melibatkan pendanaan, penginvestasian dan pengambilan keputusan operasional. Sedangkan pemakai ekternal meliputi sejumlah kelompok pemegang saham, kreditor, serikat buruh, analis keuangan dan pemerintah. Pemakaian informasi akuntasi oleh pihak internal dimaksudkan untuk melalukan serangkaian evaluasi kinerja. Sedangkan pemakaian oleh pihak eksternal dimaksudkan sama dengan pihak internal, tetapi mereka lebih focus pada jumlah investasi yang mereka lakukan pada organisasi tersebut.
    Sejak tahun 1950-an, beberapa riset akuntasi mulai mencoba menghubungkan akuntasi dengan aspek perilaku yan gidmulai oleh Argyris pada tahun 1952. selain itu, binberg dan Shields (1989) mengklasifikasikan riset akuntasi keperilakuan dalam lima aliran (school), yaitu : (1) pengendalian manajemen (management control); (2) pemrosesan informasi akuntasi (accounting information processing); (3) desain system informasi akuntasi (information system desain); (3) riset audit (audit research); (4) sosiologi organisasional (organizational sociology).
    Akuntansi keperilakuan menjelaskan bagaimana perilaku manusia mempengaruhi data akuntasi dan keputusan bisnis serta bagaimana mempengaruhi keputusan bisnis dan perilaku manusia selalu dicari jawabannya. Akuntasi keperilakuan menyediakan suatu kerangka yang disusun berdasarkan teknik berikut ini :
    1. Untuk memamahi dan mengukur dampak proses bisnis terhadap orang-orang dan kinerja perusahaan.
    2. Untuk mengukur dan melaporkan perilaku serta pendapat yang relevan terhadap perencanaan strategis.
    3. Untuk mempengaruhi pendapat dan perilaku guna memastikan keberhasilan implementasi kebijakan perusahan.

    B. Akuntasi Konvensional
    Ada banyak pengertian mengenai akuntansi, salah satunya dikemukakan oleh American Accounting Association (AAA). AAA mendefinisikan akuntasi sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasianinformasi ekonomi untuk memungkinkan pembuata pertimbangan dan keputusan berinformasi oleh pemakai informasi dan yang terkini.
    Dari pengertian diatas, dapat dilihat bahwa akuntasi pada dasarnya juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan praktis. Artinya, teori akuntasi memiliki hubungan yang bersifat definitive dengan praktik akuntansi. Apabila suatu struktur akuntansi sebagai hasil rekayasa telah diterapkan dalam lingkungan tertentu, maka secara sempit, akuntansi dapat dipandang sebagai suatu proses atau kegiatan yang meliputi proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, pengklasifikasian, penguraian, penggabungan, pengikhtisaran dan penyajian data keuangan dasar yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan operasi suatu unit organisasi, dengan cara-cara tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pihak berkepentingan.
    Akuntasi melalui pelaporan keuangan sebagai hasil dari system informasi keuangan memiliki tujuan yaitu :
    1. Menyediakan informasi laporan keuangan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi investor serta kreditor sebagai dasar pengambilan keputusan dan pemberian kredit.
    2. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan dengan menunjukkan sumber-sumber ekonomi (kekayaan) perusahaan serta asal dari kekayaan tersebut.
    3. Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba.
    4. Menyediakan informasi keuangan yang data menunjukkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba.
    5. Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukkan sumber-sumber pendanaan perusahaan.
    6. Menyediakan informasi yang dapat membantu para pemakai dalam memperkirakan arus kasi masuk ke dalam perusahaan.

    C. Akuntasi Sebagai Suatu Sistem Informasi
    Manajemen, pengguna dan personel system diperlukan dalam pengembangan system. Umumnya, kelompok perancang atau tim proyek pengambangan system meliputi pemakai, analis dan wakil manajemen untuk mengidentifikasi kebutuhan pemakai system, mengembangkan spesifikasi teknis, dan mengimplementasikan system baru. Alasan mengapa keterlibatan manajemen puncak dalam pengembangan system informasi merupakan hal yang penting, yaitu :
    1. Pengembangan system merupakan bagian yang terintegrasi dengan perencanaan perusahaan.
    2. Manajemen puncak merupakan focus utama dalam proyek pengembangan system.
    3. Manajemen puncak menjamin penekanan tujuan perusahaan daripada aspek teknisnya.
    4. Pemilihan system yang akan dikembangkan didasarkan pada kemungkinan manfaat yang akan diperoleh, dan manajemen puncak mampu untuk menginterprestasikan hal tersebut.
    5. Keterlibatan manajemen puncak akan memberikan kegunaan dan pembuatan keputusan yang lebih baik dalam pengembangan system.
    Sedangkan tingkatan keterlibatan pemakai dalam pengembangan system informasi adalah :
    1. Tidak ada keterlibatan
    2. Keterlibatan simbolis
    3. Keterlibatan dengan pengendalian yang lemah
    4. Keterlibatan dengan melakukan
    5. Keterlibatan dengan pengendalian yang kuat
    Selain masalah system, akuntansi juga dapat dipandang sebagai suatu informasi. Informasi yang diperlukan oleh manajemen harus memiliki karakteristik seperti akurat dan tepat waktu. Tahapan-tahapan dalam pengembangan system informasi akuntasi yaitu :
    1. Perencanaan dan analisis system yang meliputi formulasi dan evaluasi soslusi-solusi masalah system dan penekanannya pada tujuan keseluruhan system.
    2. Perancangan system, yaitu proses memspesifikasi rincian solusi yang dipilih oleh proses analisis system.
    3. implementasi system, yaitu proses menempatkan rancangan prosedur-prosedur dan metode baru atau revisi ke dalam operasi.
    D. Perkembangan Sejarah Akuntansi Keperilakuan
    Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu bidang baru yang secara luas berhubungan dengan perilaku individu, kelompok dan organisasi bisnis, terutama yang berhubungan dengan proses informasi akuntansi dan audit. Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu fenomena baru yang sebetulnya dapat ditelusuri kembali pada awal tahun 1960-an, walaupun sebetulnya dalam banyak hal riset tersebut dapat dilakukan lebih awal.
    Sejarah akuntansi telah dimulai dari tahun 1749 dimana Luca Pacioli telah membahas mengenai system pembukuan berpasangan. Kemudian pada tahun 1951, Controllership Foundation of America mensponsori suatu riset untuk menyelidiki dampak anggaran terhadap manusia. Pada tahun 1960, Steadry menggali pengaruh anggaran motivasional dengan menggunakan suatu eksperimen analog. Dan riset-riset ini terus berkembang sampai dengan saat ini.

    E. Landasan Teori dan Pendekatan Akuntasi Keperilakuan
    Pada awal perkembangannya, desain riset dalam bidang akuntasi manajemen masih sangat sederhana, yaitu hanya memfokuskan pada masalah-masalah perhitungan harga pokok produk. Berbagai riset tersebut masih bersifat normative, yaitu hanya mengangkat permasalahan mengenai desain pengendalian manajemen dengan berbagai model seperti arus kas yang didiskonto atau pemrograman linear guna membantu manajer membuat keputusan ekonomi yang optimal, tanpa melibatkan factor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitas desain pengendalian manajemen seperti perilaku manusia serta kondisi lingkungan organisasi. Namun sejak tahun 1950-an, desain riset lebih bersifat deskriptif dan diharapkan lebih bisa menggambarkan kondisi nyata yang dihadapi oleh pelaku organisasi.
    Riset akuntasi keperilakuan pada awalnya dirancang dengan pendekatan universal. Tetapi karena pendekatan ini memiliki banyak kelemahan, maka segera muncul pendekatan lain yang selanjutnya mendapat perhatian besar dalam bidang riset, yaitu pendekatan kontijensi. Variable kontijensi yang mempengaruhi desain system pengendalian manajemen adalah :
    1. Ketidakpastian
    2. Teknologi dan saling ketergantungan
    3. Industri, perusahaan dan unit variable
    4. Strategi kompetitif
    5. Faktor-faktor yang dapat diamati
    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

    Thursday, 16 July 2009

    TAHAP PECATATAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG


    JURNAL KHUSUS

    Buku haian yang digunakan mencatat transaksi sejenis yang terjadinya berulang-ulang.


     

    Perbedaan jurnal khusus dengan junal umum

    Aspek
    Jurnal Khusus
    Jurnal Umum
    FormatDisesuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dalam mencatat transaksi sejenisFormat jurnal terdiri atas Tanggal, Akun Keterangan, Ref dan Jumlah yang terdiri atas debet dan kredit
    PencatatanTransaksi dicatat sesuai dengan jenisnya dalam beberapa jurnal yang sesuaiSemua transaksi dicatat hanya pada satu jurnal
    Posting kea kun buku besarPosting jurnal kea kun buku besar dilakukan secara berkala, misal setiap bulanPosting jurnal kea kun buku besar dilakkan setiap hari, setiap terjadi transaksi
    PeruntukanDigunakan pada perusahaan yang besar Cocok digunakan untuk perusahaan dagangyang masih kecil

     

    Jurnal Khusus ada 4 macam

    1. Jurnal Pembelian
      Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang atau

      aktiva lain secara kredit.
    2. Jurnal Pengeluaran Kas
      Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi dimana perusahaan

      mengeluarkan uang secara tunai. ( cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)
    3. Jurnal Penjualan
      Jurnal khusus yang digunakanuntuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit
    4. Jurnal Penerimaan Kas
      Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi dimana perusahaan menerima

      uang secara tunai. (cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)

     

    BENTUK JURNAL KHUSUS

    1. JURNAL PEMBELIAN
      Halaman :
    Tgl
    Keterangan
    Ref.
    Debet
    Kredit
    Pembelian
    Perlengkap.
    Serba-serbi
    Utang Dagang
    Ref.
    Perkiraan
    Jumlah





     

     
    1. JURNAL PENGELUARAN KAS
      Halaman:
    Tgl
    Keterangan
    Ref.
    Debet
    Kredit
    Utang Dagang
    Pembelian
    Serba-serbi
    Kas
    Potongan Pembelian
    Ref.PerkiraanJumlah









     

     
    1. JURNAL PENJUALAN
      Halaman :
    Tgl
    Nomor Faktur
    Keterangan
    Ref.
    Syarat Pembayaran
    Piutang Dagang (D)

    Penjualan (K)









     

     

    1. JURNAL PENERIMAAN KAS
      Halaman :
    Tgl
    Keterangan
    Ref.
    Debet
    Kredit
    Kas
    Potongan Penjualan
    Piutang Dagang
    Penjualan
    Serba-serbi
    Ref
    Perkiraan
    Jumlah











     

     
    Jika,jurnal umum dipakai bersama-sama dengan jurnal khusus, maka jurnal
    umum disini pengertiannya yaitu jurnal yang hanya dipakai untukmencatat
    transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus
    JURNAL UMUM

    Halaman :
    Tgl
    Keterangan
    Ref.
    Debet
    Kredit

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     


     

    Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's: Akuntansi

    Entri Populer