Photobucket
Loading
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Mohon beri masukan, saran, dan kritikan mengenai isi kontens posting blog ini, dan kalau diperlukan diharapkan kerjasama Anda dalam mengisi kontens posting blog ini.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Dan diharapkan untuk daftarkan diri menjadi bagian dari NetworkedBlogs atau Follow Us
Admin - waroengpakde

Monday, 20 July 2009

Akuntansi Keperilakuan-1

A. Pendahuluan
Akuntansi merupakan suatu system untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan oleh pemakainya untuk menghasilkan keputusan bisnis. Tujuan informasi ini adalah memberikan petunjuk dalam memilih tindakan yang paling baik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi. Namun pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis juga melibatkan aspek-aspek keperilakuan dari pengambil keputusan. Dengan demikian, akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi yang dapat dihasilkan oleh akuntasi. Akhirnya akuntansi bukanlah sesuatu yang statis, akan tetapi selalu berkembang agar dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya.

Hal diatas menjelaskan aspek keperilakuan dari pihak pelaksana/penyusun informasi akuntasi dan pihak pemakai akuntasi. Pihak pelaksana/penyusun informasi akuntasi adalah seorang atau kumpulan orang yang mengoperasikan system informasi akuntasi dari awal sampai terwujudnya laporan keuangan. Sedangkan pihak pemakai laporan keunagan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu : (1) pemakai internal (internal user); (2) pemakai eksternal (external user). Yang dimaksud dengan pihak internal adalah organisasi yang memiliki garis dan staf personel, yang memandang laporan akuntansi sebagai landasan yang melibatkan pendanaan, penginvestasian dan pengambilan keputusan operasional. Sedangkan pemakai ekternal meliputi sejumlah kelompok pemegang saham, kreditor, serikat buruh, analis keuangan dan pemerintah. Pemakaian informasi akuntasi oleh pihak internal dimaksudkan untuk melalukan serangkaian evaluasi kinerja. Sedangkan pemakaian oleh pihak eksternal dimaksudkan sama dengan pihak internal, tetapi mereka lebih focus pada jumlah investasi yang mereka lakukan pada organisasi tersebut.
Sejak tahun 1950-an, beberapa riset akuntasi mulai mencoba menghubungkan akuntasi dengan aspek perilaku yan gidmulai oleh Argyris pada tahun 1952. selain itu, binberg dan Shields (1989) mengklasifikasikan riset akuntasi keperilakuan dalam lima aliran (school), yaitu : (1) pengendalian manajemen (management control); (2) pemrosesan informasi akuntasi (accounting information processing); (3) desain system informasi akuntasi (information system desain); (3) riset audit (audit research); (4) sosiologi organisasional (organizational sociology).
Akuntansi keperilakuan menjelaskan bagaimana perilaku manusia mempengaruhi data akuntasi dan keputusan bisnis serta bagaimana mempengaruhi keputusan bisnis dan perilaku manusia selalu dicari jawabannya. Akuntasi keperilakuan menyediakan suatu kerangka yang disusun berdasarkan teknik berikut ini :
1. Untuk memamahi dan mengukur dampak proses bisnis terhadap orang-orang dan kinerja perusahaan.
2. Untuk mengukur dan melaporkan perilaku serta pendapat yang relevan terhadap perencanaan strategis.
3. Untuk mempengaruhi pendapat dan perilaku guna memastikan keberhasilan implementasi kebijakan perusahan.

B. Akuntasi Konvensional
Ada banyak pengertian mengenai akuntansi, salah satunya dikemukakan oleh American Accounting Association (AAA). AAA mendefinisikan akuntasi sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasianinformasi ekonomi untuk memungkinkan pembuata pertimbangan dan keputusan berinformasi oleh pemakai informasi dan yang terkini.
Dari pengertian diatas, dapat dilihat bahwa akuntasi pada dasarnya juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan praktis. Artinya, teori akuntasi memiliki hubungan yang bersifat definitive dengan praktik akuntansi. Apabila suatu struktur akuntansi sebagai hasil rekayasa telah diterapkan dalam lingkungan tertentu, maka secara sempit, akuntansi dapat dipandang sebagai suatu proses atau kegiatan yang meliputi proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, pengklasifikasian, penguraian, penggabungan, pengikhtisaran dan penyajian data keuangan dasar yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan operasi suatu unit organisasi, dengan cara-cara tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pihak berkepentingan.
Akuntasi melalui pelaporan keuangan sebagai hasil dari system informasi keuangan memiliki tujuan yaitu :
1. Menyediakan informasi laporan keuangan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi investor serta kreditor sebagai dasar pengambilan keputusan dan pemberian kredit.
2. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan dengan menunjukkan sumber-sumber ekonomi (kekayaan) perusahaan serta asal dari kekayaan tersebut.
3. Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba.
4. Menyediakan informasi keuangan yang data menunjukkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba.
5. Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukkan sumber-sumber pendanaan perusahaan.
6. Menyediakan informasi yang dapat membantu para pemakai dalam memperkirakan arus kasi masuk ke dalam perusahaan.

C. Akuntasi Sebagai Suatu Sistem Informasi
Manajemen, pengguna dan personel system diperlukan dalam pengembangan system. Umumnya, kelompok perancang atau tim proyek pengambangan system meliputi pemakai, analis dan wakil manajemen untuk mengidentifikasi kebutuhan pemakai system, mengembangkan spesifikasi teknis, dan mengimplementasikan system baru. Alasan mengapa keterlibatan manajemen puncak dalam pengembangan system informasi merupakan hal yang penting, yaitu :
1. Pengembangan system merupakan bagian yang terintegrasi dengan perencanaan perusahaan.
2. Manajemen puncak merupakan focus utama dalam proyek pengembangan system.
3. Manajemen puncak menjamin penekanan tujuan perusahaan daripada aspek teknisnya.
4. Pemilihan system yang akan dikembangkan didasarkan pada kemungkinan manfaat yang akan diperoleh, dan manajemen puncak mampu untuk menginterprestasikan hal tersebut.
5. Keterlibatan manajemen puncak akan memberikan kegunaan dan pembuatan keputusan yang lebih baik dalam pengembangan system.
Sedangkan tingkatan keterlibatan pemakai dalam pengembangan system informasi adalah :
1. Tidak ada keterlibatan
2. Keterlibatan simbolis
3. Keterlibatan dengan pengendalian yang lemah
4. Keterlibatan dengan melakukan
5. Keterlibatan dengan pengendalian yang kuat
Selain masalah system, akuntansi juga dapat dipandang sebagai suatu informasi. Informasi yang diperlukan oleh manajemen harus memiliki karakteristik seperti akurat dan tepat waktu. Tahapan-tahapan dalam pengembangan system informasi akuntasi yaitu :
1. Perencanaan dan analisis system yang meliputi formulasi dan evaluasi soslusi-solusi masalah system dan penekanannya pada tujuan keseluruhan system.
2. Perancangan system, yaitu proses memspesifikasi rincian solusi yang dipilih oleh proses analisis system.
3. implementasi system, yaitu proses menempatkan rancangan prosedur-prosedur dan metode baru atau revisi ke dalam operasi.
D. Perkembangan Sejarah Akuntansi Keperilakuan
Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu bidang baru yang secara luas berhubungan dengan perilaku individu, kelompok dan organisasi bisnis, terutama yang berhubungan dengan proses informasi akuntansi dan audit. Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu fenomena baru yang sebetulnya dapat ditelusuri kembali pada awal tahun 1960-an, walaupun sebetulnya dalam banyak hal riset tersebut dapat dilakukan lebih awal.
Sejarah akuntansi telah dimulai dari tahun 1749 dimana Luca Pacioli telah membahas mengenai system pembukuan berpasangan. Kemudian pada tahun 1951, Controllership Foundation of America mensponsori suatu riset untuk menyelidiki dampak anggaran terhadap manusia. Pada tahun 1960, Steadry menggali pengaruh anggaran motivasional dengan menggunakan suatu eksperimen analog. Dan riset-riset ini terus berkembang sampai dengan saat ini.

E. Landasan Teori dan Pendekatan Akuntasi Keperilakuan
Pada awal perkembangannya, desain riset dalam bidang akuntasi manajemen masih sangat sederhana, yaitu hanya memfokuskan pada masalah-masalah perhitungan harga pokok produk. Berbagai riset tersebut masih bersifat normative, yaitu hanya mengangkat permasalahan mengenai desain pengendalian manajemen dengan berbagai model seperti arus kas yang didiskonto atau pemrograman linear guna membantu manajer membuat keputusan ekonomi yang optimal, tanpa melibatkan factor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitas desain pengendalian manajemen seperti perilaku manusia serta kondisi lingkungan organisasi. Namun sejak tahun 1950-an, desain riset lebih bersifat deskriptif dan diharapkan lebih bisa menggambarkan kondisi nyata yang dihadapi oleh pelaku organisasi.
Riset akuntasi keperilakuan pada awalnya dirancang dengan pendekatan universal. Tetapi karena pendekatan ini memiliki banyak kelemahan, maka segera muncul pendekatan lain yang selanjutnya mendapat perhatian besar dalam bidang riset, yaitu pendekatan kontijensi. Variable kontijensi yang mempengaruhi desain system pengendalian manajemen adalah :
1. Ketidakpastian
2. Teknologi dan saling ketergantungan
3. Industri, perusahaan dan unit variable
4. Strategi kompetitif
5. Faktor-faktor yang dapat diamati
Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Thursday, 16 July 2009

TAHAP PECATATAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG


JURNAL KHUSUS

Buku haian yang digunakan mencatat transaksi sejenis yang terjadinya berulang-ulang.


 

Perbedaan jurnal khusus dengan junal umum

Aspek
Jurnal Khusus
Jurnal Umum
FormatDisesuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dalam mencatat transaksi sejenisFormat jurnal terdiri atas Tanggal, Akun Keterangan, Ref dan Jumlah yang terdiri atas debet dan kredit
PencatatanTransaksi dicatat sesuai dengan jenisnya dalam beberapa jurnal yang sesuaiSemua transaksi dicatat hanya pada satu jurnal
Posting kea kun buku besarPosting jurnal kea kun buku besar dilakukan secara berkala, misal setiap bulanPosting jurnal kea kun buku besar dilakkan setiap hari, setiap terjadi transaksi
PeruntukanDigunakan pada perusahaan yang besar Cocok digunakan untuk perusahaan dagangyang masih kecil

 

Jurnal Khusus ada 4 macam

  1. Jurnal Pembelian
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang atau

    aktiva lain secara kredit.
  2. Jurnal Pengeluaran Kas
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi dimana perusahaan

    mengeluarkan uang secara tunai. ( cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)
  3. Jurnal Penjualan
    Jurnal khusus yang digunakanuntuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit
  4. Jurnal Penerimaan Kas
    Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi dimana perusahaan menerima

    uang secara tunai. (cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check)

 

BENTUK JURNAL KHUSUS

  1. JURNAL PEMBELIAN
    Halaman :
Tgl
Keterangan
Ref.
Debet
Kredit
Pembelian
Perlengkap.
Serba-serbi
Utang Dagang
Ref.
Perkiraan
Jumlah





 

 
  1. JURNAL PENGELUARAN KAS
    Halaman:
Tgl
Keterangan
Ref.
Debet
Kredit
Utang Dagang
Pembelian
Serba-serbi
Kas
Potongan Pembelian
Ref.PerkiraanJumlah









 

 
  1. JURNAL PENJUALAN
    Halaman :
Tgl
Nomor Faktur
Keterangan
Ref.
Syarat Pembayaran
Piutang Dagang (D)

Penjualan (K)









 

 

  1. JURNAL PENERIMAAN KAS
    Halaman :
Tgl
Keterangan
Ref.
Debet
Kredit
Kas
Potongan Penjualan
Piutang Dagang
Penjualan
Serba-serbi
Ref
Perkiraan
Jumlah











 

 
Jika,jurnal umum dipakai bersama-sama dengan jurnal khusus, maka jurnal
umum disini pengertiannya yaitu jurnal yang hanya dipakai untukmencatat
transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus
JURNAL UMUM

Halaman :
Tgl
Keterangan
Ref.
Debet
Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Dasar-Dasar Microsoft Access-1

KONSEP DATABASE DAN PENGENALAN ACCESS

Dasar-Dasar Microsoft Access
(Dikhususkan utk kelas XI IPA-IPS sbg bahan dasar penyegaran materi TIK Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010)

Hasil Diharapkan : Peserta mampu menggunakan aplikasi MS-Access untuk mengelola dan mengembangkan basisdata dengan modus Graphical User Interface (GUI) secara sederhana atau pengenalan dasar awal database

Data diperlukan dalam segala hal, baik berupa pengukuran, pencatatan, pengumpulan
informasi maupun pengambilan keputusan. Dengan kata lain, data sangat dibutuhkan
karena informasi yang ada akan memberikan arti yang sangat penting baik untuk saat
ini maupun yang akan datang. Bahkan dalam perkembangannya, data-data tersebut
dapat berbentuk berbagai macam data, misalkan data berupa program, lembaranlembaran
untuk entry (memasukkan) data, maupun laporan-laporan. Kesemuanya itu
dapat dikumpulkan menjadi satu yang disebut dengan Database.

Database adalah sekumpulan data-data yang disusun sedemikian rupa sehingga
membentuk informasi yang sangat berguna. Database terbentuk dari sekelompok datadata
yang memiliki jenis/sifat sama. Contohnya : data mahasiswa, data dosen dkk.
Definisi dasar :
Data : sekumpulan fakta mengenai objek tertentu, orang dan lain-lain dan dinyatakan
dengan angka, huruf, gambar, film, suara dan sebagainya.

Database : sekumpulan data yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan.

Tabel : tempat untuk menyimpan data, table terdiri dari field dan record.

Field (kolom) : bagian tabel tempat menyimpan sebuah item data.

Record (baris) : satu bagian informasi yang disimpan dalam tabel, misalnya data
seorang mahasiswa akan disimpan dalam record yang terdiri dari beberapa
kolom/field.

Microsoft Access adalah salah satu dari relasional Database Management System
(DBMS). DBMS adalah sebuah program yang memiliki fasilitas penyimpanan dn
pemanggilan struktur informasi pada system computer. Selain tabel, sebuah file
database Access juga berisi bermacam-macam obyek database yang lainnya
diantaranya :
· Queri untuk mengorganisasi data.
· Forms untuk berinteraksi dengan data pada layer.
· Reports untuk mencetak hasil.
· Macros dan program Visual Basic untuk memperluas fungsionalitas dari aplikasi
database.
Semua obyek ini disimpan dalam file .mdb.

Dalam Access ada 3 (tiga) cara untuk membuat database :
1. membuat database baru, pilihan yang digunakan adalah : Blank Access database.
2. menggunakan database Wizard, pilihan yang digunakan adalah : Access database
Wizard, pages and projects.
3. menggunakan database yang sudah pernah dibuat, pilihan yang digunakan adalah :
Open an existing file.

Proses Memulai Microsoft Access :
1. Buka Microsoft Access yang tersedia dalam Windows kemudian pilih Blank Database
untuk membuat database baru.
2. Simpan database baru dengan nama yang sesuai dengan informasi yang akan dibuat
serta letakkan pada folder My Documents dalam folder Praktikum Basis Data 1 yang
akan dibuat.
3. Kemudian buat database baru dengan nama Penjualan.mdb pada folder
Praktikum Basis Data 1.

Proses Pembuatan Tabel
Untuk mencatat informasi maka harus dibuat table sebagai tempat menyimpan dan
mengelola data. Langkah yang harus dikerjakan adalah :
· Merancang table yang akan dibuat.
· Merancang struktur table seperti apa.
· Mengatur hubungan/relasi antar table satu dengan table lain supaya informasinya
terpadu.
Mengelola data dalam table terdiri dari :
· Menambah data.
· Mengedi atau merubah data.
· Menghapus data.
· Mencari dan mengganti data.

Langkah-langkah pembuatan tabel :
1. Klik menu/objek table :
Kemudian pilih object yang diinginkan, jika ingin membuat tabel maka
pilih object table dan pilih create table
2. Pilih create table in design view
3. Ketik struktur table yang akan dibuat, sesuai dengan perancangan informasi yang
akan dibangun.
4. Ketik nama fieldnya, tentukan juga type datanya dan atur lebarnya data pilih Field
Size.
5. Tentukan constraint atau batasan-batasan table. Bila suatu field digunakan sebagai
kunci utama, maka field tersebut harus menjadi Primary key.
6. Buat table untuk menyimpan data Buku. Pada struktur table tersebut field sebagai
Primary Key adalah KodeBuku karena sabagai informasi utama yang membedakan
antara buku yang satu dengan yang lain, dan selalu bersifat Unique.
7. Letakkan kursor di field tersebut yaitu KodeBuku.
8. Klik kanan maka akan muncul menu menentukan Primary Key
9. Simpan perancangan dengan nama Buku (file > save > Buku > Ok).

Proses Mengelola Tabel
Mengelola table meliputi operasi penambahan, penghapusan, perubahan dan pencarian
data pada tabel.
Menambah data pada Table :
- Pilih tabel yang akan ditambah datanya, klik dua kali
- Ketik data-data yang diinginkan
- Bila dalam menambah data ada yang sama pada KodeBuku, Judul, TahunTerbit,
Eksemplar maupun pengarang,

Proses Memberi Relasi Antar Tabel
Tujuan pembuatan relasi antar tabel adalah untuk membuat hubungan antar tabel agar
terdapat relasi antara tabel yang satu dengan tabel yang lain. Sebagai contoh system
informasi perpustakaan yang terdiri dari tabel sebagai berikut :
· tabel buku
· tabel peminjaman
· tabel anggota
langkah-langkah pembuatan relasi antar tabel :

1. Buat tabel Buku dengan fields



dengan entri data :


2. Buat tabel Anggota dengan fields :


dengan entry data :


3. Buat tabel Pinjam dengan fields :

dengan entry data :



4. Untuk membuat relasi antar tabel, pada menu klik Tools-> Relationships



5. Tambahkan tabel-tabel pada skema relasi
6. Tambahkan tabel satu persatu, pilih tabel kemudian klik tombol Add. Terakhir
klik tombol close.



Hubungan antar tabel :
* antara tabel anggota dan tabel pinjam (field KodeAanggota) yang ada pada tabel
pinjam merupakan foreign key yang berhubungan dengan field KodeAnggota yang
merupakan primary key pada tabel Anggota.
* Antara tabel Buku dengan tabel Pinjam (field KodeBuku) yang ada pada tabel Pinjam
merupakan foreign key yang berhubungan dengan field KodeBuku yang merupakan primary
key pada tabel Buku.
* Untuk mewujudkan relasi antar tabel yang sudah ditentukan, lakukan klik and drag
dari foreign key yang ada pada tabel anak primary key yang ada pada tabel induk.
Sebagai contoh diklik field KodeAnggota pada tabel Pinjam kemudian drag ke field
KodeAnggota yang ada pada tabe Anggota.
* Kemudian muncul jendela untuk menentukan property dari relasi yang
terbentuk, berikan tanda centang pada Enforce Referential Integrity



7. Hasil akhir relasi tabel sebagai berikut :


Tugas 1 :
1. Buat database baru dengan nama Penjualan.mdb
2. Desain tabel pada database Penjualan terdiri dari tabel-tabel
Pelanggan
Barang
Order dan
Detail_Order.
3. Berikan pengisian data pada database Penjualan.
4. Gambarkan relasi antar tabel pada database Penjualan.
Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Pengetahuan Dasar Eco-Account Praktisi

SOAL DASAR-DASAR AKUNTANSI
(Dikhususkan utk kelas XII IPS sbgi bahan dasar penyegaran lanjutan Akuntansi)

(Instruksi : Kerjakan Soal-soal latihan di bawah ini dengan baik dan tepat
(Instruksi : Kirim Jawaban Anda melalui ke email pakde.smart75@live.com
(Instruksi : Ketik Nama, Kelas, Tanggal Pengambilan Data, Tanggal Pengiriman Data


Latihan Soal Praktisi :
Ibu Citra mendirikan usaha fitness centre pada tanggal 1 Mei 2002.
Berikut ini transaksi-transaksi usaha Fitness Centre Citra pada bulan pertama operasi Mei 2002 :

Mei 1 Citra menginvestasikan uang tunai sejumlah Rp 16.800.000 ke dalam usaha
Mei 4 Dibayar di muka sewa untuk bulan Mei s/d Juli Rp 7.200.000
Mei 5 Dibeli peralatan seharga Rp 20.000.000 dari PT. Bona, dari jumlah tersebut
sebanyak Rp 5.000.000 dibayar tunai, sisanya akan dibayar secara
berangsur-angsur.
Mei 6 Dilakukan penjualan jasa fitness kepada pelanggan dan diterima Rp. 6.600.000
tunai.
Mei 7 Dilakukan penjualan jasa fitness kepada pelanggan secara kredit sebesar
Rp. 4.000.000 .
Mei 8 Dibayar rupa-rupa biaya Rp 248.000
Mei 9 Diterima Rp 1.800.000 dari piutang usaha
Mei 10 Citra mengambil uang dari perusahaan sebanyak Rp 420.000 untuk keperluan
pribadinya
Mei 14 Citra menambah investasinya sebanyak Rp 600.000 berupa uang tunai ke dalam
perusahaan
Mei 25 Citra memperbaiki mobilnya dengan menggunakan uang pribadi Rp 200.000
Mei 27 Diterima Rp 600.000 dari piutang usaha
Mei 28 Citra mengambil uang dari perusahaan untuk keperluan pribadinya Rp 60.000
Mei 28 Dibayar utang usaha kepada PT. Bona Rp 3.000.000

Keterangan tambahan pada 31 Mei 2001 :
• Atas peralatan harus diadakan penyusutan untuk bulan Mei sebanyak 1% dari harga
perolehannya
• Gaji pegawai untuk bulan Mei sebesar Rp 1.600.000 akan dibayar pada 1 Juni
Diminta :
a. Buatlah Jurnal untuk transaksi-transaksi di atas
b. Bukukanlah Jurnal-jurnal di atas ke dalam perkiraan-perkiraan yang sesuai
c. Susunlah sebuah Neraca Saldo per 31 Mei 2001
d. Siapkan Neraca Lajur dan masukkan Neraca Saldo di atas
e. Buatlah ayat-ayat Jurnal Penyesuaian per 31 Mei 2001 dan bukukanlah ke dalam
perkiraan-perkiraan buku besar yang sesuai
f. Lengkapi Neraca Lajur
g. Dengan pertolongan Neraca Lajur itu susunlah Neraca.
h. Buatlah ayat-ayat Jurnal Penutup dan bukukanlah ke dalam perkiraan-perkiraan Buku
Besar
i. Susunlah Neraca Saldo Penutupan per 31 Mei 2001.


Baca selengkapnya Waroeng PakDe Blog's

Entri Populer